Kakek 65 Tahun Pelaku TPPO di Bursel Terancam Dihukum 15 Tahun Penjara

oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON-LO, kakek berusia 65 tahun pelaku tindak pidan perdagangan orang (TPPO) di Namrole, Kabupaten Buru Selatan terancam dihukum penjara 15 tahun.

Warga Namrole ini sudah ditetapkan sebagai tersangka pasca ditangkap.

Kapolres Buru Selatan, AKBP M. Agung Gumilar

Kapolres Buru Selatan, AKBP Agung Gumilar menjelaskan, atas perbuatannya, tersangka LO dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 12 atau Pasal 17 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang atau Pasal 296 KUHP.

“dengan ancaman maksimal 15 tahun,”ungkap Kapolres melalui Kasat Reskrim Polres Bursel, Iptu Yepta Marson Malasa dikonfirmasi Selasa (28/5/2024) via seluler.

Tersangka disangkakan juga dengan Pasal 17 karena ada anak dibawah umur yang jadi korban TPPO.

“Ada juga pasal 17, karena terindikasi ada anak yang terlibat. Apabila ada anak yang terlibat, maka sesuai dengan undang- undang dimaksud ada pemberatan,”tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Buru Selatan kembali berhasil bongkar kasus TPPO.

Kali ini, seorang pria berusia 65 tahun inisial LO pelakunya.

BACA JUGA : Polres Buru Selatan Ungkap Lagi Kasus TPPO, Satu Korban Anak Dibawah Umur, Pelakunya Kakek 65 Tahun

LO sudah ditetapkan sebagai tersangka perkara TPPO berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-A/02/V/2024/SPKT/RES BURU SELATAN/POLDA MALUKU, tanggal 19 Mei 2024.

Ada 4 orang korban praktek TPPO yang dijalankan tersangka LO yakni A, AM (22), NB (19) dan MT (26). A masih dibawah umur (15).

Motif tersangka mendapatkan keuntungan secara ekonomi dari para korban.

“Modus operandi tersangka menawarkan laki-laki hidung belang kepada para korban, kemudian tersangka meminta upah untuk setiap lelaki yang ditawarkan kepada para korban sebesar 50.000 rupiah,”terang Kapolres.

TPPO yang dijalankan tersangka LO ini terbongkar saat Operasi Pekat dilakukan Polres Bursel pada Minggu (19/5/2024). Sejumlah penginapan yang diduga kuat jadi lokasi praktek prostitusi dirazia.

BACA JUGA :  Atasi Kekerasan Anak, Pemkot Ambon Gelar Latihan Perlindungan Anak

Dalam razia diamankan beberapa wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial (psk). Terhadap mereka ini dilakukan penindakan non justisial berupa pembinaan.

Namun dalam pembinaan, ditemukan informasi ada mucukari yang bertugas mencari pelanggan.

Dari situ penyidikan dilakukan dan LO diringkus.

“Dari fakta tersebut melakukan serangkaian penyidikan, ditemukan bukyu yang cukup untuk menetapkan tersangka karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana perdagangan orang dalam bentuk eksploitasi seksual,”bebernya.

Tersangka saat ini mendekam di Rutan Polres pasca diciduk.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.