Mantan Bupati Tanimbar, Petrus Fatlolon Diperiksa Terkait Dua Kasus Korupsi

oleh
Petrus Fatlolon. Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Mantan Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon diperiksa jaksa di kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Ambon, Kamis (30/5/2024).

Fatlolon diperiksa Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar sejak Kamis pagi pukul 08.45 WIT hingga pukul 14.00 WIT.

Usai jalani pemeriksaan, Fatlolon langsung kabur gunakan sebuah mobil untuk hindari wartawan yang sedari pagi menunggunya di halaman kantor Kejati.

Pl. Kasi Intel Kejari Tanimbar, M. Fazlurrahman menjelaskan, Fatlolon diperiksa terkait kasus dugaan korupsi Anggaran Perjalanan Dinas pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2020 dan dugaan korupsi penyalahgunaan penyertaan modal pada PT. Tanimbar Energi yang sumber anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Tanimbar Tahun 2020 hingga 2022.

“Hari ini, bertempat di kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, dilakukan pemeriksaan terhadap PF selaku saksi,”ungkapnya.

Pemeriksaan terhadap Fatlolon atas dua kasus dugaan tipikor di tahap penyidikan ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejari Tanimbar Nomor : PRINT-01/Q.1.13/Fd.2/01/2023 tanggal 30 Januari 2023 dan Nomor : PRINT-203/Q.1.13/Fd.2/05/2024 tanggal 03 Mei 2024.

“Dan masih dalam pengembangan dan pendalaman lebih lanjut oleh Tim Penyidik,”tandasnya.

Sekedar tahu, dalam kasus SPPD Fiktif pada Setda Kepulauan Tanimbar, Penyidik telah tetapkan dua orang masing-masing Ruben Benharvioto Mariolkossu dan Petrus Masela sebagai tersangka yang kini sedang jalani tahap penuntutan di Pengadilan Negeri Ambon.

Ruben tak lain Sekda Tanimbar yang juga mantan Pj Bupati. Sedangkan Masela merupakan Bendahara Pengeluaran Setda.

Dalam persidangan, dua terdakwa membeberkan keterlibatan Fatlolon.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

BACA JUGA :  Ribuan Umat Islam Shalat Idul Adha di Masjid Raya Al Fatah Ambon

No More Posts Available.

No more pages to load.