Cuaca Buruk di Buru Selatan, Kapolres Himbau Warga Tak Beraktivitas di Pesisir dan Laut

oleh
Kapolres Buru Selatan, AKBP M. Agung Gumilar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kapolres Buru Selatan, AKBP M. Agung Gumilar himbau warga Kabupaten Bursel agar tak beraktivitas di kawasan pesisir pantai maupun laut mengingat kondisi cuaca buruk saat ini.

Himbauan ini disampaikan menyusul adanya peristiwa kecelakaan laut yang menimpa siswi SMP saat mandi di pesisir pantai saat cuaca buruk berujung korban diseret ombak dan meninggal dunia.

BACA JUGA : Selamatkan Adik Yang Diseret Ombak, Siswi SMP di Buru Selatan Tenggelam dan Meninggal Dunia

Dijelaskanya, kondisi cuaca wilayah Buru Selatan saat ini sementara berlangsung musim angin timur sehingga hujan deras disertai angin kencang dan tingginya gelombang laut.

Sehingga warga dihimbaunya bisa menahan diri dan tak gegabah beraktivitas di pesisir maupun laut agar terhindar dari musibah kecelakaan laut demi keselamatan.

“Kepada masyarakat Buru Selatan untuk tidak beraktivitas di pesisir pantai/laut terlebih dahulu sehubungan cuaca musim timur dimana curah hujan tinggi dan ombak besar,”tuturnya mengingatkan, Kamis (6/6/2024).

Sekedar tahu, sehari sebelumnya, Salsa Umagap, bocah perempuan usia 13 tahun tenggelam di pantai Lorong Bambu Kuning, Desa Waenono, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Rabu (5/6/2024) saat berusaha selamatkan adiknya yang terseret ombak.

Siswi Kelas 13 SMP asal Jalan Baru Desa Elfule, Kecamatan Namrole ini meninggal dunia akibat peristiwa nahas tersebut.

Korban alami laka laut Rabu petang saat sedang mandi air laut pada kedalaman sepinggang anak di pantai kompleks Lorong Bambu Desa Waenono Kecamatan Namrole.

Korban ketika itu berusaha selamatkan Namun adiknya, Alif Umagap (8) yang terbawa ombak.

“Korban sempat menolong adiknya yang terbawa ombak, sehingga keduanya pun juga terbawa ombak, sementara beberapa rekan lainya mereka berlarian kedarat dan berteriak meminta pertolongan,”terangnya.

BACA JUGA :  Kabar Baik, Alat Ini Siap Didatangkan ke Pulau Banda Atasi Persoalan Krisis Air Bersih

Terikan minta pertolongan didengar saksi Tajrin Loilatu (32), warga setempat.

Ia lantas bergegas berenang menuju lokasi korban dan adik korban.

“Namun pada saat saksi sampai dilokasi, ia berhasil menyelamatkan adik korban (Alif Umagap), sementara korban terus terbawa ombak,”jelasnya.

Upaya pencarian terhadap korban dilakukan.

Karena keterbatasan sarana prasarana serta kondisi laut bergelombang tinggi serta situasi malam hari, prncarian sempat dihentikan sebelum akhirnya dilanjutkan pukul 20.15 WIT libatkan 71 personel setelah Kapolres keluarkan perintah.

Korban berhasil ditemukan pukul 23.00 WIT.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak RSUD dr. Salim Alkatiri, korban telah meninggal dunia.

“Kita berhasil evakuasi korban di cuaca buruk dan ombak besar,”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.