Oknum Pegawai Bank Maluku Gelapkan Uang Titipan BI Rp1,5 M, Polisi : Digunakan Judi Online

oleh
oleh
Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Hujrah Soumena (tengah), didampingi Plt Kabid Humas AKBP Aries Aminnullah menggelar jumpa pers, Jumat (14/6/2024) terkait penangkapan oknum pegawai Bank Maluku Malut Cabang Namlea karena penggelapkan dana Bank Indonesia Rp 1,5 miliar. FOTO : HUMAS POLDA MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tim Subdit II Fismondev Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku menangkap ES alias Edi, oknum pegawai Bank Maluku Maluku Utara (Malut) Cabang Namlea. Edi  diduga melakukan penggelapan uang titipan Bank Indonesia sebesar Rp 1,5 miliar.

Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Hujrah Soumena SIK, didampingi Plt Kabid Humas AKBP Aries Aminnullah dan Kasubdit II Fismondev mengatakan, kasus ini berawal saat Bank Indonesia menitipkan uang sebesar Rp1,5 miliar pada Bank Maluku Malut Cabang Namlea.

Penitipan uang berlangsung pada Desember 2022. Sejak dititipkan, pelaku kemudian melakukan penarikan secara bertahap dengan jumlah yang ditarik bervariasi hingga Desember 2023.

Sejak dititipkan, setiap bulan pelaku melakukan penarikan dengan jumlah bervariasi, seperti Rp100 juta, Rp200 juta hingga uang titipan BI sebesar Rp1,5 miliar ini ludes tak tersisa. Selama kurun waktu setahun, pelaku membuat pencatatan palsu setiap dilakukan penarikan.

“Perbuatan pelaku ini dia melakukan pencatatan dan register, kemudian diedit lagi ke sistem bank Maluku cabang Namlea, sehingga seakan-akan uang itu masih ada. Setelah dicek 1,5 miliar itu sudah habis,” ungkapnya.

Kasus ini terbongkar setelah polisi mendapatkan laporan masyarakat. Pada 14 Maret 2024 tim Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penangkapan. Tersangka sudah diamankan di Rutan Polda Maluku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Hujrah.

Hujrah mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sebagian besar uang tersebut habis dipakai untuk bermain judi online. Sementara sebagian lainnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dari hasil pemeriksaan tersangka, dia mengaku bahwa sebagian besar uang tersebut digunakan tersangka untuk melakukan permainan judi online dan sebagian juga untuk membiayai kebutuhan hari-hari,” kata Hujrah.

BACA JUGA :  Pegawai Industri Jasa Keuangan di Maluku Divaksinasi

Namun Hujrah mengatakan uang digelapkan tersangka sudah dipulihkan kembali Bank Maluku Cabang Namlea, sehingga status uang milik bank Indonesia telah normal.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 49 ayat (1) huruf a dan c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

“Tersangka terancam hukuman pidana penjara sekurang-kurangnya lima tahun dan paling lama lima belas tahun,” katanya.

Editor : Hamdi

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.