PLN IP Suplai 50 Persen Listrik di Pulau Ambon Dengan Pembangkit Apung

oleh
oleh
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) berhasil sinkronisasikan pembangkit listrik terapung bernama Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1 di Pelabuhan Waai ke sistem kelistrikan Pulau Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (30/1/2024). FOTO : HUMAS PLN UIW MMU

TERASMALUKU.COM-PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menyuplai 50 persen kebutuhan listrik di Ambon, Maluku, dengan pembangkit listrik apung sebagai bagian menyediakan pasokan listrik yang andal di seluruh wilayah Nusantara.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/6/2024), mengatakan, Pembangkit Listrik Apung atau Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1 berkapasitas 60 megawatt (MW) akan memperkuat keandalan pasokan listrik di Ambon dan meningkatkan kemandirian energi di Indonesia timur.

Menurut dia, BMPP Nusantara 1 resmi menyuplai ke sistem kelistrikan Ambon dan menopang 50 persen dari kebutuhan listrik di Ambon.

“BMPP Nusantara 1 telah memasuki fase commercial operation date (COD), kini suplai listrik ke Ambon akan ditopang dari pembangkit apung PLN IP,” ujar Edwin.

Di samping itu, Edwin melanjutkan BMPP Nusantara 1 merupakan program strategis nasional (PSN) berupa pembangkit listrik apung pertama di Indonesia yang merupakan karya anak bangsa.

“Ini merupakan salah satu terobosan dan inovasi PLN untuk meningkatkan kemandirian energi di wilayah Indonesia timur,” sebutnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara Awat Tuhuloula mengungkapkan BMPP Nusantara 1 merupakan tumpuan utama di sistem kelistrikan Ambon.

“Apresiasi atas proyek yang dimulai pada tahun 2021 ini, sehingga dapat mencapai hasil maksimal serta beroperasi dengan baik. BMPP Nusantara 1, yang merupakan BMPP pertama di Indonesia, sangat berarti di wilayah Maluku, karena menjadi tumpuan di sistem kelistrikan Ambon. Mudah-mudahan BMPP Nusantara 1 menjadi pintu dan leader untuk BMPP Nusantara 2, 3, dan seterusnya,” jelasnya.

Di lain sisi, PLN IP juga telah menerapkan sistem digitalisasi pembangkit pada BMPP Nusantara 1 melalui reliability and efficiency optimization center (REOC).

BACA JUGA :  Dinyatakan Sehat, Ribuan Belut Maluku Menuju Jakarta

REOC merupakan sistem digital yang terbukti andal dan efisien serta memiliki fungsi utama memantau lebih dari 20 GWh dari berbagai teknologi pembangkit listrik yang dapat dipantau secara realtime.

“Hal ini sejalan dengan visi PLN untuk terus mewujudkan kinerja terbaiknya sebagai perusahaan berkelas dunia menuju Top Fortune Global 500,” sebut Awat.

Pewarta : Kelik Dewanto/Antara
Editor : Faisal Yunianto

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.