Kejati Maluku Masih Lacak Keberadaan DPO Sekda SBT Jafar Kwairumaratu

oleh
Sekda SBT, Jafar Kwairumaratu

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Keberadaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Jafar Kwairumaratu masih misterius. Kejaksaan Tinggi Maluku masih melacaknya.

Sekda SBT, Jafar Kwairumaratu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Belanja Langsung dan Tidak Langsung pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten SBT Tahun Anggaran 2021 pada 29 Januari 2024 yang rugikan negara sebesar Rp2,5 miliar.

Sejak jadi tersangka, Sekda SBT Jafar tiga kali mendapatkan panggilan untuk diperiksa, hanya saja ia selalu mangkir dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati Maluku.

“Iya DPO, masih dilacak keberadaan yang bersangkutan,”ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Ardy dikonfirmasi Jumat (15/6/2024) di Ambon.

Dibeberkannya, pelacakan dilakukan melalui panggilan seluler yang dilakukan tersangka atau sebaliknya.

“Lacaknya melalui panggilan telepon selulernya, tapi sampai saat ini masih DPO,”tandasnya.

Nilai anggaran Belanja Langsung dan Tidak Langsung pada Setda Kabupaten SBT Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp28.839.458.913,- yang diperuntukan untuk Belanja Langsung (Belanja Pegawai) dan Belanja Tidak Langsung (Belanja Barang dan Jasa).

Berdasarkan hasil penyidikan, diduga terjadi kerugian keuangan negara dalam pengelolaan anggaran tersebut sebesar sebesar Rp. 2.582.035.800,-.

Dalam kasus ini, Sekda SBT, Jafar tak sendiri jadi tersangka.

Penyidik Kejati Maluku lebih dulu tetapkan Bendahara Pengeluaran Setda SBT, Idris Lestaluhu alias IL sebagai tersangka tersangka pada Rabu 29 November 2023 dan berkas perkaranya sudah di-Tahap II pada Rabu 21 Februari 2024 lalu.

IL langsung di tahan di Rutan Ambon untuk jalani tahap penuntutan.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

BACA JUGA :  Pemerintah Tegaskan Gunung Botak Dikelola Secara Profesional

No More Posts Available.

No more pages to load.