Mantan Bupati Tanimbar Petrus Fatlolon Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

oleh
Petrus Fatlolon. Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Mantan Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, Rabu (19/6/2024).

Fatlolon resmi jadi tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Perjalanan Dinas pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2020.

Penetapan status tersangka terhadap eks Bupati Tanimbar dalam perkara ini setelah Penyidik Kejaksaan Negeri Tanimbar lakukan serangkaian proses penyidikan lanjutan untuk mengungkap ataupun memperoleh alat bukti lainnya yang diperlukan serta berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan atas nama Terdakwa RBM dan PM.

Fatlolon sebelum resmi tersangka, telah diperiksa Penyidik Kejari Tanimbar di kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Ambon, Kamis (30/5/2024).

“Sehingga Tim Penyidik secara kolektif menetapkan 1 orang Tersangka baru yang tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka dengan Nomor : B-816/4.1.13/Fd.2/06/2024 Tanggal 19 Juni 2024 berinisial PF selaku Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Periode 2017-2022,”ungkap Plt Kasi Intel Kejari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Muh. Fazlurrahman K, Rabu.

Nilai kerugian keuangan negara berdasarkan Laporan Hasil Audit perhitungan oleh Tim Auditor Kejaksaan Tinggi Maluku dalam penggunaan
anggaran perjalanan dinas pada Setda Kabupaten Kepulauan Tanimbar TahunAnggaran 2020 Nomor : R-34/9.1.7/H.111.3/10/2023 tanggal 02 Oktober 2023 sebesar Rp1.092.917.664,00.

“Sementara untuk kerugian yang harus
dipertanggungjawabkan oleh Tersangka PF sebagaimana dalam fakta yang adalah sebesar Rp314.598.000,00,”bebernya.

Penetapan status tersangka bagi Fatlolon ini adalah sebagai kelanjutan dari penyidikan yang dilakukan terhadap perkara ini, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejari Tanimbar Nomor: PRINT-01/@.1.13/F4d.2/01/2023 tanggal 04 Januari 2023 dan Surat PerintahPenyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar Nomor: PRINT- 03/@.1.13/Fd.2/01/2023 tanggal 30 Januari 2023.

“Dimana dari hasil penyidikan tersebut telah diperoleh bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penetapan tersangka,”tandasnya.

BACA JUGA :  Lewat Program Mutiara Pattimura, Kodam Gandeng PT. SIS Bantu Nelayan di Wilayah Tual

Sekedar tahu, dalam kasus ini, penyidik lebih dulu tetapkan Ruben Benharvioto Moriolkossu alias RBM yang tak lain Sekda Kepulauan Tanimbar dan PM selaku Bendahara Pengeluaran Setda sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kasi Barang Bukti pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Tanimbar selalu Penuntut Umum, Bambang Irawan menjelaskan, modus korupsi dalam kasus ini adalah kegiatan fiktif.

“Kronologis pada Tahun 2020 terdapat anggaran perjalanan dinas baik dalam maupun luar daerah, dari laporan realisasi 1,6 miliar, dari proses pemeriksaan yang dilakukan konfirmasi
pada saksi-saksi maupun maskapai, ditemukan lebih kurang 1 miliar 90 juta kegiatan yang fiktif yang tidak pernah dilaksanakan namun tetap dibuatkan SPPD-nya dan anggarannya,”terangnya kepada wartawan di Ambon belum lama ini.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.