Penyidikan Kasus Proyek Mangkrak Dana SMI Pemprov Maluku Terkesan Jalan Ditempat, Begini Kata Kejati

oleh
Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana air bersih di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah dan proyek pembangunan talud di Kabupaten Buru belum juga tuntas penanganannya.

Dua proyek Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut menelan biaya puluhan miliar rupiah yang sumber anggaran dari dana pinjaman PT. SMI.

Kasus berstatus tahap penyidikan ini diusut Kejaksaan Tinggi Maluku.

Dikonfirmasi terkait progres penanganan dua kasus proyek mangkrak tersebut, Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Ardy mengatakan hingga saat ini Penyidik masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari BPKP Maluku.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Ardy

“Belum ada penetapan tersangka. Penyidik masih menunggu hasil perhitungan dr BPKP Maluku,”ungkapnya dikonfirmasi Kamis (20/6/2024).

Dari catatan terasmaluku.com, di tahap penyidikan kasus ini, sejumlah pejabat telah diperiksa Tim Penyidik Korps Adhyaksa, diantaranya mantan Kepala Dinas PUPR Maluku, Muhamat Marasabessy, diperiksa pada 20 November 2023, kemudian mantan Sekretaris Dinas PUPR Maluku, Ella Sopalauw alias AS diperiksa 13 November 2023 serta sejumlah pejabat Dinas seperti PNM selaku Kasubag Keuangan, RS selaku Kabid SDA, R selaku Ketua Pokja dan CJS selau Bendahara Pengeluaran Dinas PUPR Maluku.

Tak hanya itu saja, Kepala BPKAD Maluku, Zulkifli Anwar (ZA) juga telah diperiksa untuk mengetahui alur anggaran.

Sekedar tahu, proyek air bersih di desa Pelauw dan Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, 2020 menelan anggaran senilai Rp13 Miliar. Proyek dikerjakan PT. Kusuma Jaya Abadi Construction.

Sementara proyek pembangunan talud di Kabupaten Buru menelan anggaran senilai Rp14 miliar dan dikerjakan kontraktor Liem Sin Tiong. Tiong saat ini berstatus Terpidana atas perkara suap mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa.

BACA JUGA :  BKPRMI Peduli Salurkan Paket Sembako Untuk Korban Kebakaran Mardika

Dua proyek bernilai jumbo tersebut dikerjakan gunakan dana pinjaman Pemprov Maluku dari PT. SMI melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Program PEN sendiri digulirkan Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian akibat dampak dari menularnya wabah covid-19. Pemprov Maluku melalui Dinas PUPR melakukan pinjaman sebesar Rp700 miliar.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.