Kasus Proyek Jembatan Mangkrak di Malra, Kadis PUPR Ismail Usemahu Diperiksa Kejati

oleh
Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku, Ismail Usemahu

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku, Ismail Usemahu rupanya sudah diperiksa Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Usemahu diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Dian Pulau Tetoat, Kecamatan Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku Tenggara.

BACA JUGA : Proyek Jembatan Dinas PUPR Maluku di Kabupaten Malra Diduga Mangkrak, Kejati Lidik

Meski anggaran sebesar Rp38 miliar sudah dicairkan, proyek multiyears sejak tahun 2013 pengerjaanya itu tak juga tuntas alias mangkrak.

Pemeriksaan Ismail Usemahu beberapa waktu lalu ini dibenarkan Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Ardy.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Ardy

“Sudah pernah diperiksa,”ungkapnya dikonfirmasi Jumat (28/6/2024).

Hanya saja, dalam kapasitas apa tepatnya Usemahu diperiksa, apakah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ataukah PPK Proyek, Kasi Penkum Ardy mengaku belum mengetahuinya.

“Untuk kapasitasnya sebagai apa, tim belum konfirmasi,”kata Ardy menambahkan.

Yang jelas kata Juru Bicara Kejati ini, Usemahu sudah dimintai keterangan oleh tim penyelidik.

Sejauh ini, sudah 10 orang yang diperiksa termasuk Kadis Ismail Usemahu.

“Untuk sementara sudah 10 orang dimintai keterangan. Intinya pihak-pihak terkait,”bebernya.

Belum diketahui berapa nilai kerugian negara dalam kasus ini. “Belum,”tandasnya.

Kasus dugaan korupsi ini berstatus tahap penyelidikan Pidsus Kejati Maluku.

Sekedar tahu, berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan jembatan Dian Pulau Tetoat, di Malra ini dimulai pada tahun 2013 gunakan anggaran dari APBD Pemprov Maluku.

Anggaran sebesar Rp500 juta lebih dipakai untuk proses perencanaan dan pada tahun 2013 itu juga pembangunan tahap pertama dimulai dengan alokasikan anggaran sebesar Rp2.872.649.000,00, dan realisasi Rp2.663.380.000,00.

Tahun 2016 pembangunan dilanjutkan, alokasi anggaran Rp26.500.000.000,00, dan realisasi Rp25.664.000.000,00.

Dan pada Tahun 2019 anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut dialokasikan sebesar Rp10.200.000.000,00, dan realisasi sebesar Rp9.891.998.000,00,-.

BACA JUGA :  Harga Biji Pala di Kota Ambon Bergerak Naik

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.