Pemkab Maluku Tenggara Siapkan 100 ha Lahan Budi Daya Rumput Laut

oleh
oleh
Petani rumput laut memanen rumput lautnya di Desa Nuruwe, Seram Bagian Barat, Maluku, Senin (9/11/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.

TERASMALUKU.COM,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) menyiapkan lahan seluas 100 hektare di Ohoi (Desa) Durtawun dan Ohoi Dunwuhan untuk dijadikan wilayah percontohan budi daya rumput laut.

“Penyediaan lahan itu mengikuti instruksi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjadikan Malra sebagai salah satu daerah percontohan sentra budi daya rumput laut di tanah air,” kata Penjabat Bupati Maluku Tenggara Jasmono dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Maluku, Minggu (30/6/2024).

Sementara dua daerah lain yang ditetapkan masing-masing Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

“Selain menyiapkan lahan, Pemda Malra juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun laboratorium kultur jaringan,” ucapnya.

Ia melanjutkan keberadaan laboratorium kultur jaringan itu untuk mengembangkan rumput laut sebagai komoditas unggulan daerah dengan tujuan meningkatkan perekonomian daerah.

Jasmono menjelaskan bahwa budi daya rumput laut diutamakan lantaran masyarakat di daerah tersebut akrab dengan pengembangan budi daya rumput laut.

Oleh sebab itu, 100 hektare di Durtawun dan Dunwuhan akan digunakan untuk proses pengeringan komoditas itu. Adapun pembangunan laboratorium bertujuan mengatasi masalah ketersediaan benihnya.

“Laboratorium akan dimanfaatkan untuk membuat bibit rumput laut melalui rekayasa teknologi kultur jaringan, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan ketersediaan bibit rumput laut di kabupaten ini,” katanya.

Menurut dia, bibit yang diperoleh dari laboratorium memiliki tiga keunggulan. Pertama dari aspek kontinuitas ketersediaan bibit dan tidak tergantung dengan musim atau cuaca.

Kedua, pengembangbiakan rumput laut dengan kultur jaringan juga dapat menghasilkan jumlah bibit yang lebih banyak dari pendekatan konvensional.

Ketiga, bibit yang dihasilkan memiliki kualitas unggul, sehingga panen yang dihasilkan juga lebih menguntungkan.

BACA JUGA :  Gubernur : Kalian Orang SBB Harus Bangga Dengan Bupati

Pembangunan laboratorium kultur jaringan diharapkan dapat meningkatkan mutu dan produksi rumput laut, yang pada gilirannya berdampak peningkatan kesejahteraan pembudi daya.

“Inilah yang menjadi tujuan utama kita, yaitu seluruh kebijakan program dan kegiatan pembangunan harus diarahkan dan diorientasikan untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Pewarta : Ode Dedy Lion Abdul Azis/Antara
Editor : Kelik Dewanto

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.