Polisi Tetapkan 2 Tersangka Buntut Pertikaian Warga 2 Desa di Seram Utara

oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Polres Maluku Tengah melalui Polsek Wahai, Kamis (11/7/2024) tetapkan dua orang tersangka buntut dari pertikaian antar warga Desa Siatele dan Pasahari di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Malteng.

Pertikaian antar warga dua desa ini terjadi Rabu (10/7/2024) di PT. Sumber Daya Wahana (SDA).

Dua orang tersangka dalam kasus ini masing-masing Melvin Mesak Ilela alias Mesak (31) dan Yakobis Ilela alias Bobi (24), warga Desa Siatele. Sementara satu orang lainnya Okto Ilela Potoa (40) juga warga Siatele
masih berstatus sebagai saksi pasca diamankan.

Kasus ini ditangani Unit Reskrim Polsek Wahai.

“Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Rutan Polsek Wahai,”ungkap Kanit Reskrim Polsek Wahai, Aipda M.David Nikijuluw melalui Kasi Humas Polres Malteng, Iptu Affan Slamet via seluler, Kamis.

Kedua tersangka melanggar Tindak Pidana Barang secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan orang lain mendapat luka sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 170 Ayat (1) KUHPidana Subsider Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana.

Kronologis

Berawal pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIT, Efendi Ngidiho tak lain Satgas PT. SDW Perwakilan Desa Pasahari datangi Kantor PT. SDW untuk berkoordinasi terkait Perekrutan Karyawan oleh perusahan tersebut bagi warga Desa Pasahari.

Namun saat sementara berada di dalam Kantor PT. SDW, Heri Ipanama warga Desa Siatele datang dan menanyakan Efendi perihal maksud dan tujuan kedatangannya.

Pihak perusahan PT. SDW melerai dengan cara membawa keluar Heri Ipanama dari kantor, setelah itu muncul isu di Desa Pasahari Efendi Ngidiho di kejar oleh warga Siatele.

Kemudian sekitar pukul 11.00 WIT, Buniamin Ngidiho (70), petani warga Desa Pasahari yang tak lain korban pembacokan dalam peristiwa ini pulang dari PT. SDW. Korban dibonceng Sawal Ngidiho.

BACA JUGA :  Perusahaan Taiwan Bantu Dana Pembangunan Gereja di Desa Seriholo

Dalam perjalanan pulang itu dan tiba di Desa Siatele, korban turun dari motor karena ada konsentrasi massa dan terjadi aduh mulut antara korban dengan warga Desa Siatele yang sementara duduk didepan Posko Covid Siatele.

Saat itu juga korban langsung diserang oleh beberapa warga Desa Siatele dan korban di potong dengan menggunakan sebilah parang. Namun korban menghindar dan menangkis parang tersebut dengan tangan, korban juga di lempar dengan batu dan mengenai wajah sehingga korban terjatuh dan selanjutnya korban langsung lari menyelamatkan diri ke Desa Pasahari

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada tangan sebelah kiri, luka bengkak pada wajah sebelah kanan dan luka gores pada bawah dagu sebelah kiri,”terangnya.

Satu jam berselang, giliran Muh. Moksen Kaldera (28), seorang Security yang juga warga Pasahari dihadang sejumlah warga di Desa Siatele saat perjalanan pulang dari PT. SDW menuju Desa Pasahari bersama teman-temannya.

Korban dan rekan-rekannya memutar motor balik kembali ke PT. SDW. Namun korban merasakan sakit sampai pada paha sebelah kiri. “Setelah dicek oleh korban ternyata korban mengalami luka tembak diperkirakan menggunakan senapan angin atau cis,”ungkapnya.

Dari sini, kemudian terjadi konsentrasi masa antara warga Pasahari dengan Siatele di Unjung Desa Siatele menuju Pasahari.

Setelah kejadian tersebut, Polsek Wahai berkoordinasi dengan Koramil Wahai dibantu Personel Polsubsektor Kobi lakukan pengamanan antisipasi meluasnya pertikaian

Dua korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas serta membuat Visum et repertum (VER).

Pertemuan

Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIT, pertemuan dengan tokoh masnyarakat pasca pertikaian dan penganiayaan antara warga dua desa ini dilakukan di Kantor Desa Siatele.

Warga menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke kepolisian.

BACA JUGA :  Pemprov Maluku Dukung AM Sangadji Jadi Pahlawan Nasional

Di Kantor Desa Pasahari juga sekitar pukul 21.30 WIT dilakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat Desa Pasahari terkait peristiwa ini.

“Motif dari pertikaian antara kedua desa tersebut karena perekrutan tenaga kerja di PT. SDW yang dinilai tidak adil,”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.