Pria 46 Tahun di Seram Barat Setubuhi Anak Kandung Berulang Kali, Ditangkap Polisi dan Terancam 15 Tahun Penjara

oleh
Ilustrasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kelakukan LS sungguh keterlaluan, lelaki 46 tahun di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ini tega berulang kali setubuhi anak kandung sendiri.

Kasat Reskrim Polres SBB, AKP I Kadek Dwi Pramartha Putra dikonfirmasi Kamis (11/7/2024) mengatakan, LS (46) pelaku persetubuhan terhadap anak kandung ini ditangkap Senin (8/7/2024).

LS berulang kali setubuhi anak kandungnya inisial NS (14). Korban yang masih dibawah umur berulang kali ditiduri pelaku sejak korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Pelaku LS berhasil diamankan di desa Wahai Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah, Senin 8 Juli. Adapun korbannya yakni NS(14) masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ungkapnya.

Korban 5 kali disetubuhi pelaku.

Berdasarkan keterangan korban, petaka yang menimpanya pertama kali terjadi pada bulan Juni tahun 2019, saat korban duduk dibangku kelas 4 SD.

Kemudian saat korban kelas 6 SD sekitar bulan November Tahun 2021, ayah kandungnya itu kembali berulah untuk kedua kalinya setubuhi korban di kebun milik pelaku.

Ketiga korban yang ketika itu sudah duduk dibangku kelas VIII SMP kembali disetubuhi pelaku sekitar Maret Tahun 2024 saat sedang bulan puasa, kemudian saat korban duduk di Kelas IX SMP pada 27 Juni 2024 sekitar pukul 21.00 WIT, ia disetubuhi lagi di dalam kamar pelaku.

“Yang mana di kamar tersebut juga terdapat ibu anak korban, pada saat itu pelaku memanggil anak korban kekamar untuk memijit tubuh pelaku kemudian pelaku mencuri – curi kesempatan lakukan kekerasan seksual terhadap korban,”terang jk

Petaka kelima kali terjadi pada Rabu (3/7/2024) belum lama ini. TKPdi ruang tamu rumah saat itu pelaku hendak pergi melaut.

BACA JUGA :  Pergantian Tahun Baru 2023, Kapolda Maluku Tinjau Pos Pengamanan

“Korban terpaksa mengikuti kemauan pelaku karena diancam dengan kekerasan,”bebernya.

Perbuatan bejat pelaku terbongkar usai korban berani menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Setelah mendengar pengakuan pelaku, Ibu kandung korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres SBB.

Tak lama usai dipolisikan, pelaku diciduk Satreskrim Polres SBB di rumah korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan pelaku ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur,”terangnya.

Atas perbuatan Tindak Pidana Persetubuhan terhadap anak dibawah sebagamana rumusan Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (3) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang – undang nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang – undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo Pasal 76D undang – undang RI nomor 34 tahun 2014 tentang perlindungan anak menjadi undang – undang, Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana, pelaku terancam dipenjara 15 tahun.

“Pelaku terancam mendapatkan hukuman 15 tahun penjara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang,”tandasnya.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.