Lama Gundul, PNM Cabang Ambon Tanam 5.000 Mangrove di Lateri Teluk Dalam

oleh
PT. PNM Cabang Ambon tanam 5.000 anakan mangrove di pantai Lateri Kecamatan Teluk Ambon Baguala

TERASMALUKU.COM,AMBON,- Bertepatan dengan hari mangrove sedunia, kondisi memprihatinkan ada di pesisir pantai Kelurahan Lateri Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Jumat, (26/7/2024).

Areal pesisir pantai seluas sekitar 1 hekatare nyaris gundul. Hanya ada beberapa mangrove yang tumbuh. Sisanya berupa tunas-tunas baru.

Berdasarkan data terakhir BRIN diketahui pada 23 tahun lalu, luasan mangrove di kawasan Teluk Ambon terhitung 43 hektare. Namun kini kawasan bakau hanya tersisa 33 hektar. Terjadi penurunan selama dua dekade hingga 10 hektare.

Ada ragam penyebab, beberapa yang paling umum yakni pembangunan perumahan, kafe dan permukiman di sekitar Kawasan mangrove.

Salah satu contohnya di kawasan Lateri III, Kelurahan Lateri Kecamatan Teluk Ambon Baguala. Kondisi pesisir pantai tampak penuh sendimentasi dan sampah yang terbawa saat pasang.

Ketua RT 001 RW 04 Kelurahan Lateri, Jonas Nanlohy saat aksi tanam mangrove pagi tadi membenarkan kondisi itu. Dia yang telah puluhan tahun tinggal di situ menyatakan bakau di wilayahnya lama tak ada. Hal itu diperparah dengan adanya pembangunan yang berdampak pada permukiman di kawasan pesisir.

“Awalnya bakau di RT saya ini awalnya tidak ada. Sehingga terjadi abrasi akibat dari pembangunan oleh developer, dan pengaruh ke kondisi pantai di sini,” ujar Jonas kepada wartawan.

Menurutnya pada saat hujan, terjadi penumpukkan sendimentasi yang terbawa air dari proyek pembangunan perumahan di lateri gunung.

Hal tersebut kian memperparah pertumbuhan tanaman mangrove yang ada. Jonas juga mengakui kehidupan nelayan tangkap yang tinggal di wilayahnya juga ikut terdampak.

“Di sini kan juga lokasi untuk penangkapan ikan nelayan. Karena itu bersama warga di sini kami menanam mangrove sejak beberapa tahun lalu. Mangrove ini banyak manfaatnya,” lanjut dia.

Sadar akan pentingnya ekosistem pesisir serta sederet manfaat mangrove, Jonas juga aktif mengajak masyarakat untuk menanam mangrove. Seperti pada kegiatan pagi tadi penanaman 5.000 mangrove bersama PT. Permodalan Madani Nasional Cabang Ambon.

Menurutnya pemilihan lokasi penanam kali ini dinilai tepat. Pasalnya hanya daerah sekitar Lateri yang tampak gunudul dengan pertumbuhan hanya beberap pohon mangrove yang subur.

“Kami lihat di daerah pesisir ini yang harus kita jaga habitatnya dan butuh ekosistem. Makanya mangrove salah satu tanaman yang sangat bantu jaga ekosistem,” terang Ketua PT. PNM Cabang Ambon.

Menurutnya dari hasil suveri, Kawasan Lateri yang paling butuh ada penanaman mangrove. Memang di sekitar situ ada kawasan bakau hingga ke daerah Passo. Hanya saja, munculnya Kawasan pembangunan dan aktivitas masyarakat lambat laun berdampak pada kawasan pesisir.

Pihaknya berharap dengan adanya penanaman 5.000 anakan mangrove dapat mengembalikan kembali kondisi pesisir di teluk Ambon dalam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Alfredo Jansen Hehamahua pada kesempatan itu juga meminta peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selain karena dampak pembangunan, aktivitas masyarakat lain juga bisa berakibat mangrove mati.

Penulis : Editor

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.