TERASMALUKU.COM,-Lebih dari 2 jam akses jalan Piru-Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ditutup masyarakat, Kamis (19/12/2024). Sebagian pohon ditebang menutupi badan jalan.
Praktis moda transportasi dari Kota Piru menuju Taniwel dan sebaliknya terhenti total, tepatnya di depan SMA PGRI Pelita Jaya Kabupatan SBB. Jalan baru dibuka setelah Penjabat Bupati SBB Achmad Jais Ely tiba di lokasi kejadian.
Masyarakat meminta pemerintah memperhatikan nasib mereka terkait lahan yang diserobot oleh pihak perusahan perkebunan pisang Abaka. “Kami minta keadilan. Masyarakat kecil jangan dirugikan,” ungkap Wa Ode Kalsum yang biasa disapa Mama Cum.
Wanita paruh baya ini menyebutkan sejak tahun 70-an mereka telah menanam di lahan yang sekarang dimasuki pihak perusahan. Hal senada disampaikan La Ode Kaimuddin tokoh masyarakat Pelita Jaya.
“Rakyat kecil jangan dikorbankan. Tolong agar pemerintah memberi solusi terhadap konflik yang telah memakan korban jiwa ini,” tegasnya.
Pejabat Bupati SBB Achmad Jais Ely di lokasi kejadian memberi arahan dan menenangkan warga masyarakat dan berjanji untuk menindaklanjuti masalah ini. Ia memeluk seorang Ibu sebagai tanda belarasa dengan masyarakat
“Mari kita jaga suasana damai. Saudara-saudara kita hendak merayakan Natal. Mari kita jaga suasana damai termasuk akses jalan raya untuk aktivitas masyarakat,” ungkap seorang penumpang yang hendak menuju Ambon.
Semoga masalah ini dapat menemukan solusi yang baik dan kepentingan masyarakat kecil sungguh diperhatikan nasibnya. (RR)





