Hidup Susah, BKMM Sultra Minta Gustu Maluku Perhatikan Istri dan Anak Almarhum LS

by
Pimpinan Badan Koordinator Masyarakat Maluku (BKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Suryadi, (14/5). FOTO: Alfian Sanusi

TERASMALUKU,AMBON, – Pimpinan Badan Koordinator Masyarakat Maluku (BKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Suryadi meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku memperhatikan kondisi istri almarhum LS penjual topi yang meninggal terpapar Covid-19 di Ambon.

Pasalnya, istri dan anak LS sampai saat ini masih jalani karantina sambil menunggu hasil swab yang belum juga keluar. Tak pelak hal ini kian memperburuk kondisi kehidupan mereka. Sepeninggal LS, isterinyalah yang paling bisa diandalkan untuk menafkahi empat anak LS. Namun dengan karantina, meraka malah kian terpuruk.

“Kami minta perhatian dari tim gugus tugas provinsi Maluku untuk secepatnya mengeluarkan hasil swab dari istri almarhum LS” kata Suryadi kepada wartawan di Ambon, Kamis (14/5/2020).

Loading...

Dia mengaku, istri almarhum LS tidak hanya berjuang menghidupi keempat anak saja, tapi harus berjuang melawan stigma dari masyarakat yang menganggap virus ini sebagai aib dari di masyarkat. “Kondisi mereka saat ini sehat, gara-gara hal ini mereka harus melawan stigma karena dikucilkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, Pemerintah harus lebih melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait dengan pasien positif Covid-19. Karena pasien Covid bukanlah sesuatu aib yang harus dijauhi. “Melainkan harus mendapatkan perhatian lebih dari seluruh masyarakat untuk melawan virus tersebut,” kata Suryadi.

Diketahui Almarhum LS meninggal pada 6 Mei 2020 lalu di rumah Sakit Umum (RSU) Haulussy Ambon. LS sehari-hari merupakan pedagang topi di Terminal Mardika. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *