HMI Nilai Proyek Jembatan Wear Fair Asal-Asalan

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai Proyek pembangunan jembatan Wear Fair yang menghubungkan Tual dan Maluku Tenggara ini terlihat asal-asalan. Pasalnya jembatan tersebut ambruk sebelum rampung dan diresmikan tahun ini.

“Sebagai generasi muda Tual, saya sangat menyayangkan pihak kontraktor Bapak Andreas Rentanubun yang terkesan asal-asalan dalam memperbaiki jembatan Fair,” kata Aktivis HMI Agil Al-Hamid kepada Terasmaluku.com, Kamis (16/1).

Dia mengatakan, dengan ambruknya jembatan penghubung ini, berarti terdapat kesalahan pembangunan oleh pihak kontraktor, sehingga harus diselidiki oleh pihak berwajib.¬†“Kami minta kepada pihak berwajib agar menyelidiki ambruknya jembatan Fair yang menelan banyak anggaran,” katanya.

Loading...

Selain itu, dia juga berharap Balai Jalan dan Jembatan Wilayah IX Maluku-Malut untuk turut bertanggungjawab atas musibah ini dan mendorong percepatan penyelesain proyek jembatan Fair sesuai perencanaan yang diatur.

“jembatan Fair sangat penting dan menjadi urat nadi masyarakat Fair dalam menghubungkan Kota Tual dan Kab. Malra. Maka persoalan ini mesti disikapi dengan cepat dan tepat. Apabila lambat, maka kami siap mempolisikan kontraktor yang terkesan tidak becus mengurusi perbaiki jembatan tersebut,” kata Agil.¬†Diketahui, jembatan Wear Fair yang menghubungkan Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara ini roboh pada Selasa sore (14/1).

Proyek pembangunan jembatan ini dikerjakan CV. Keramik Jaya dengan Konsultan Pengawas PT. Yodya Karya. Proyek ini menelan anggaran dana APBN 2019 senilai Rp. 6. 285.097.000,00 melalui Balai Jalan dan Jembatan Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara dan ditargetkan rampung pada tahun ini. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *