HPI Banda Terbentuk, Begini Terobosan Untuk Majukan Pariwisata

by
Kapal Layar Arka Kinari yang berlayar dari Rotterdam Belanda tiba di Teluk Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada Sabtu (19/9/2020). Arka Kinari adalah sebuah kapal yang melakukan pelayaran dengan misi intergrasi budaya dan alam, serta penelusuran jalur rempah. FOTO : (TERASAMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah resmi terbentuk di Banda Naira pada 18 Oktober 2020. Syaiful Karmen terpilih menjadi Ketua HPI Banda Periode 2020-2025 dan Arie Ang, sebagai Wakil Ketua.

Pembentukan HPI Banda ini dimotori langung Bidang Kelembagaan Pariwisata Maluku dan dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata Maluku, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan berserta Kepala Seksi Penelitian dan Hubungan Kepariwisataan di Banda Naira.

Benteng Belgica di Kota Naira Pulau Banda. FOTO : RUZADY

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Marcus J. Pattinama berharap, dengan terbentukanya HPI Kepulauan Banda dapat menciptakan inovasi dalam memajukan pariwisata di Maluku terutama di Pulau Banda.

“Dinas Pariwisata Maluku berharap kedepan tanggungjawab yang diemban ini menjadi motivasi kedepan bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi serta kolaborasi unggul secara terintergerasi untuk dapat melayani wisatawan dalam memajukan Pariwisata Maluku terutama yang ada di Kecamatan Banda pada periode 2020 – 2025,”jelasnya Senin (26/10/2020).

Ketua HPI Kepulauan Banda, Syaiful Karmen menjelaskan dengan terbentuknya kepengerusan HPI Banda Periode 2020-2025, ada sejumlah teroboan yang bakal dilakukan untuk memajukan pariwisata di Kepulauan Banda.

Loading...

Pertama kata Syaiful adalah regenerasi guide pemandu wisata. Hal ini diakuinya penting dilakukan mengingat rata-rata guide yang ada di Banda merupakan guide-guide senior yang sudah tidak muda lagi. Selain itu, guide-guide di Banda juga akan dibagi sesuai bidang keahlian yang prosesnya akan ditempuh melalui pelatihan dan akan disertifikasi.

“Kita butuh skil guide, nanti pelatihan kedepannya akan mulai membagi guide berdasarkan bidang keahlian, seperti guide diving sendiri, guude snorkling sendiri dan guide tur sendiri. Mulai ada spesifikasi. Nanti akan dilegal licency dan sertifikasi guidenya jadi memang guide-guide itu harus punya skil dan juga disertifikasi,”kata Syaiful kepada Terasmaluku.com.

Tidak hanya itu saja, bagi guide-guide pemula, terobosan yang akan diambil adalah mengirim mereka ikuti pelatihan atau training selama dua hingga tiga bulan di Kampung Inggris Pare, Provinsi Jawa Timur. “Jadi itu terobosan untuk bidang Sumber daya Manusia (SDM),”sambungnya.

Selain itu kolaborasi dengan pemerintah juga akan dilakukan. Terutama dalam memperhatikan objek-objek wisata dan jadwal buka tutup objek-objek wisata yang ada di Banda.

Syaiful mengatakan hal ini perlu dilakukan. Karena selama ini, persoalan jadwal buka dan tutup objek wisata di Banda kerap menjadi masalah, karena tidak ada kepastian jadwalnya.

“Nah ini jadi masalah sehingga mesti ada duduk bersama supaya bisa tahu informasi jam-jam dibukanya hingga tutup dari objek wisata. Karena selama ini tidak ada. Saat guide bawa wisatawan kita harus cari dulu penjaga objek wisata. Itu kan jadi masalah. Hal-hal itu yang jadi perhatian HPI Banda kedepannya, karena objek wisata ini jadi tempat dari para guide mengeksplore sejarah apalagi wisatawan juga datang untuk mengetahui seluk beluk sejarah dari objek wisata,”terangnya.

Pada prinsipnya kata Syaiful, HPI Banda siap bekerja untuk memajukan pariwisata di Banda dan Maluku pada umumnya. “Dengan semangat baru kita siap untuk memajukan pariwisata di Banda dan Maluku,”tandasnya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *