Polresta Ambon Ringkus Dua dari Tiga Pelaku Penganiayaan di Talake Ambon, Satu Masih Buron

by
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Raja Arthur Lumonga Simamora (tengah) saat berikan keterangan pers di Mapolresta Ambon, Rabu (16/3/2022). Foto : Humas Polresta Ambon

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dua dari tiga orang pelaku penganiayaan terhadap A.N (27) di kawasan Talake, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon pada 12 Maret 2022 lalu akhirnya diciduk aparat kepolisian Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Adalah J.G dan N.T. Pemuda berusia masing-masing 20 dan 18 tahun yang merupakan warga Jl. OT Pattimaipau RT 003 / RW 002 Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon kini ditahan di Rutan Polresta Ambon. Sedangkan rekan mereka, Y.M masih buron.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Raja Arthur Lumongan Simamora menjelaskan, insiden penganiayaan yang menimpa N.M, korban, terjadi pada 12 Maret lalu saat malam hari di Jl OT. Pattimaipauw, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe tepatnya di depan kampus UKIM.

Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke SPKT Polresta Ambon dengan Nomor : LP/B/127/III/2022/SPKT/Polresta Ambon/Polda Maluku, Tanggal 13 Maret 2022.

Kronologi kasus penganiayaan yang menimpa N.M yang merupakan warga Hative Kecil ini bermula dari ketiga tersangka ini pesta minuman keras di Talake Dalam.

Sebelum penganiayaan terhadap korban terjadi, tersangka Y.M terlibat cek cok mulut dengan orang lain di pangkalan usai para tersangka membeli gorengan sehabis konsumsi miras.

Ketika para tersangka sampai di tempat pembuangan sampah dekat kampus UKIM, selanjutnya tersangka J.G. mengatakan kepada tersangka Y.M (DPO) dan tersangka N.T. untuk kembali ke pangkalan ojek dengan maksud untuk melakukan penganiayaan terhadap orang yang sebelumnya berdebat dengan mereka. Ketiga tersangka ini pun berjalan ke arah Talake Depan, namun mereka justru melihat korban sementara duduk sendirian di lokasi kedai-kedai jualan seberang kampus UKIM.

Dan seketika itu, tersangka Y.M dan J.G menuju korban dan tersangka Y.M berkelahi dengan korban. Tak mau ketinggalan, tersangka J.G. dan tersangka N.T pun ikut membantu tersangka Y.M.

BACA JUGA :  Perkuat Bukti, Penyidik Kejati Maluku Kembali Periksa Direktur Dua Distributor Migor

Korban yang sudah terjatuh kemudian ditendang tersangka J.G namun tak tepat sasaran, sehingga tersangka J.G beralih gunakan kepalan tangan memukul korban dua kali dan kenai wajah korban. Korban kembali terjatuh dalam posisi terlentang, dan saat itulah tersangka N.T hampiri korban dan menginjak dada korban satu kali.

“Ketika ketiga tersangka sedang memukul korban, tiba-tiba datang beberapa orang dari arah tempat jualan depan kampus UKIM dan langsung ikut memukul korban. Ketika beberapa orang tersebut datang dan memukul korban, tersangka J.G, Y.M (DPO) dan tersangka N.T langsung lari ke arah Talake Dalam dan saat itu juga korban berhasil berlari ke arah Talake Depan yang kemudian mengakibatkan adanya konsentrasi massa antara dari talake dalam dan talake luar,”kata Kapolres menjelaskan saat berikan keterangan pers di Mapolresta Ambon, Rabu (16/3/2022).

Korban alami luka robek pada kepala bagian atas dan belakang, luka robek pada kepala bagian kanan belakang, bengkak pada pipi sebelah kanan dan luka memar pada tangan kiri.

Atas kasus penganiayaan ini, para tersangka terancam hukuman paling lama 9 tahun penjara sebagaimana disangkakan dengan Pasal 170 ayat (2) ke 2e KUHP dan atau Pasal 170 ayat (2) ke 1e KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana kekerasan bersama. (Ruzady Adjis)

No More Posts Available.

No more pages to load.