Penuhi Panggilan sebagai Saksi, Fatlolon: Dukung Kejaksaan dalam Penegakan Hukum

oleh
oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) periode 2017-2022, Petrus Fatlolon, menghadiri panggilan Kejaksaan Negeri Kepulauan Tanimbar sebagai saksi. Ia memberikan keterangan di kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Kota Ambon, Kamis (30/5/2024).

Setelah dimintai keterangan, Fatlolon yang akrab disapa PF ini tidak menemui wartawan. Saat dikonfirmasi melalui aplikasi whatshapp, Fatlolon mengaku sebagai warga negara, Ia harus patuh terhadap hukum.

Kedatangannya memenuhi panggilan Jaksa merupakan bentuk penghargaan dan menghormati undangan dari Kejaksaan Negeri Tanimbar. Tidak benar kalau Fatlolon mangkir, karena dirinya mengirim surat resmi kepada Kejaksaan untuk meminta dijadwalkan ulang karena sedang di luar daerah.

Terkait substansi keterangan yang diminta Kejaksaan, Fatlolon mengaku bukan ranahnya untuk menjelaskan ke publik.”Yang pasti saya kooperatif dan memberikan keterangan apa adanya sesuai fakta dan yang diketahui saja,” ungkap Dia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, Fatlolon hanya dimintai keterangan seputar dugaan tindak pidana korupsi SPPD fiktif di Setda KKT. Juga terkait penyertaan modal BUMD Tanimbar Energi. “Hanya dimintai keterangan sebagai saksi,” kata sumber.

Menurutnya, Fatlolon tidak terbukti terlibat dalam dua tindak pidana korupsi tersebut. “Memang kepentingan politik dan kepentingan pihak tertentu lebih dominan ketimbang hukum. Maklum menjelang Pilkada KKT. PF (Petrus Fatlolon) kan paling berpeluang kembali terpilih pimpin KKT. Makanya terus digoyang,” tambahnya.

Sumber ini mengaku Fatlolon tidak terpengaruh dengan pemeriksaan. Buktinya, usai pemeriksaan Dia langsung berangkat ke Jakarta. “Informasinya, PF ada jadwal rapat dengan beberapa pimpinan partai di Jakarta,” sebutnya.

Salah satu aktivis anti korupsi, Jan Sariwating mengatakan, sesuai fakta persidangan Fatlolon tidak terbukti, apalagi perkara tersebut masih dalam tahap persidangan yang belum ada keputusan berkekuatan hukum tetap. Namun, kesal dia, Fatlolon sengaja terus diusik. “Kita memang konsern terhadap tindak pidana korupsi. Tapi, masak orang tidak terbukti terus diperiksa seolah-olah terbukti,” ingat Sariwating, ketika dihubungi awak media Kamis kemarin.

BACA JUGA :  Bawa Ganja Dari Sorong, Perempuan Ini Ditangkap Ditresnarkoba Polda Maluku

Sariwating berharap, Kejari KKT segera menghentikan pemeriksaan terhadap Fatlolon, karena tidak terbukti menyalahgunakan uang negara. “Jangan terpangaruh dengan desakan segelintir orang yang dengan kepentingan tertentu,” tudingnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat Tanimbar agar tidak mudah terpancing dengan pemberitaan oleh beberapa media yang dinilai sangat tendensius dan tidak berimbang. (***)

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.