Husein Tuharea : Murad Tidak Final di PPP

by
Sekretaris Bidang Informasi dan Komunikasi PPP Wilayah Maluku, Husein Tuharea.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Bakal calon (Balon) Gubernur Maluku Said Assaggaf dan Irjen Pol.   Murad Ismail, sama sama belum final mendapat rekomendasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pasca Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil)  I PPP Provinsi Maluku, 17 September 2017. Wakil Sekretaris Bidang Infokom dan Hubungan Media DPW PPP Maluku, Husein Tuharea  menyampaikan hal ini dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com, Selasa (26/9).

Husein menegaskan, dalam Mukerwil I  PPP Maluku itu, beberapa keputusan telah dilahirkan,  salah satunya tentang dua nama Balon Gubernur Maluku yang akan dibawa ke DPP PPP,  sebagai laporan atas hasil pelaksanaan Mukerwil I  PPP Maluku.”Menurut saya inilah esensinya, bahwa keputusan Mukerwil tersebut sejalan dengan tahapan yang diatur oleh Juklak terkait dengan Pilkada,” kata mantan aktivis HMI Cabang Ambon.

Husein menyatakan, pihakya harus mengklarifikasi hal  ini agar diketahui publik Maluku,  bahwa dalam pandangan umum DPC PPP se Maluku, ternyata hanya enam DPC yang menginginkan Irjen Pol Murad Ismail.  Itu berarti menurut Husein, Murad belum final karena tidak ada suara mayoritas menginginkannnya.

Keinginan beberapa DPC itu menurut Hesein  bagian dari aspirasi dan dinamika yang terjadi di PPP “Saya kira dinamika ini yang kemudian membedakan PPP dengan partai lain. Kita begitu terbuka terhadap aspirasi DPC DPC, dan skaligus sebagai bahan evaluasi kondisi terkini partai terkait Pilgub  Maluku sampai dengan Mukerwil pertama dilaksanakan. Intinya adalah keputusan hasil Mukerwil itu merekomendasikan Said Assaggaf dan Irjen Pol Murad Ismail untuk di bawa ke DPP. Kalau hanya enam DPC bukan suara mayoritas,” kata Husein.

Ia mengungkapkan, komposisi  dukungan dari DPC PPP dalam Mukerwil I PPP Maluku kepada Said Assagaff dan Murad Ismail jika dihitung adalah seimbang. Yakni,  DPC PPP  Aru,   SBB, SBT, Malteng, Buru  dan DPC PPP  Bursel menginginkan Murad Islam, sementara DPC PPP  Kota Ambon, Kota Tual, MTB dan MBD menginginkan Said Asseggaf. Sedangkan DPC Malra merekomendasikan keduanya.

“Belum lagi suara DPW PPP Maluku sendiri, kira-kira  Anda tau kemana. Kalau seperti ini sudah tentu dukungan seimbang, dan tidak ada suara mayoritas dukungan,” kata Husein Tuharea. Ia menambahkan, jika DPW PPP mengumpulkan ulang DPC-DPC sudah pasti peta dukungannya akan berubah kembali “Ini berdasarkan komposisi DPC-DPC yang baru terpilih pada rangkaian Mukerwil kemarin” tambahnya.

Oleh sebab itu, Husein yang juga jurnalis CNN Indonesia ini menegaskan, Murad dan Assagaff memiliki peluang yang sam mendapat rekomendasi DPP PPP untuk bertarung di Pilkada Maluku 2018 nanti.

“Pada prinsipnya ketika keduanya telah mengikuti pentahapan di DPW PPP Maluku, maka mereka menjadi bagian dari PPP. Jadi kita tidak lagi berbicara tentang  kader atau bukan kader. Soal hasil Mukerwil dan  diskresi oleh DPP, keduanya diatur dalam juklak dan  itu sah-sah saja, kenapa ada pihak yang terlalu khawatir denga pemanfaatan hak prerogatif dari DPP PPP soal siapa yang direkomendasikan nanti,” kata Tuharea.

Tuharea  mencontohkan,  pada Pilwakot Ambon 2017, Rapimcab PPP Kota Ambon, menghasilkan satu pasangan calon atas nama Paulus Kastanya dan   MAS. Latuconsina (PANTAS), tapi kemudian DPP PPP  merekomendasikan pasangan calon Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler, yang bertentangan dengan hasil Rapimcab dan kemudian memenangi Pilkada Kota Ambon.  “Kalau seperti ini kira kira DPP memakai rujukan apa kalau bukan mekanisme diskresi yang ditetapkan dalam Juklak DPP,” katanya.

Yang pasti lanjut Husein,  keputusan rekomendasi DPP akan berjalan normatif dan rasional, selain melihat hasil Mukerwil, tentu DPP akan mempertimbangkan aspek lain sesuai yang diamanatkan dalam juklak Partai, salah satunya yang terpenting adalah hasil survey. Ia menyatakan, dalam waktu dekat PPP Maluku akan membawa hasil Mukerwil  ke DPP PPP. (ADI)