Hutan Kampung Rotan, Idola Baru di Kota Ambon

by
Tempat Wisata Kampung Rotan di Air Gergaji, Desa Laha Kecamatan Teluk Ambon, ramai dikunjungi warga, Minggu (14/7/2019). FOTO : IAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kota Ambon kini memiliki tempat wisata yang tak biasa. Bukan hanya wisata bahari yang menjadi primadona kota manise, wisata hutan juga kini mulai diandalkan sebagai obyek wisata baru.

Wisata Kampung Rotan di Air Gergaji, Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, mulai ramai dikunjungi warga. Rata-rata pengunjung yang datang adalah milenial yang ingin berswafoto untuk memenuhi laman media sosial mereka.

Lahan seluas 15 hektar dikelilingi berbagai jenis pohon rotan dan kayu, seperti kayu nani, kayu nisa dan pohon samama. Setiap pengunjung yang masuk dikenai tarif Rp 10 ribu. Disana pengunjung bisa menikmati suasana alam yang begitu kental, foto berlatar hutan dan air terjun.

Untuk bisa sampai ke spot foto utama dengan latar pepohonan nan hijau, pengunjung harus menaiki 310 anak tangga. Jika ingin leluasa berfoto, ada baiknya berkunjung di hari Senin hingga Jumat. Disaat akhir pekan tempat ini dikunjungi lebih dari 500 orang.

Padahal saat musim penghujan akses menuju Kampung Rotan cukup ekstrem. Kondisi jalanan becek dan licin dipenuhi genangan air membuat pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak lihai bisa saja terpeleset bahkan ban kendaraan rawan tertanam. Untuk sampai ke Kampung Rotan, dari jalan raya harus menempuh jarak 5 km dengan kendaraan.

Sekedar saran, ke kampung rotan tidak perlu memakai alas kaki yang heboh apalagi yang ada haknya. Cukup sandal tali saja agar lebih nyaman untuk sampai ke air terjun. Kampung Rotan bukan tempat wisata yang ramah bagi anak-anak. Siapapun yang membawa balita, harus digendong.

Loading...

Pengelola Kampung Rotan, Habib Al Fahri Bin Tahir bercerita, awalnya tempat yang saat ini disulap menjadi lokasi wisata hanyalah hutan yang berdekatan dengan kebun milik warga.  Karena jalan ke atas hutan terdapat air terjun, ide menjadikan tempat itu sebagai lokasi wisata pun muncul.

“Kita pengen buat tempat wisata yang alami. Kebetulan disini dekat dengan air terjun. Jadi muncul ide untuk membuat jalan menyusuri kali dengan kayu yang ada di sekeliling,” ujarnya saat ditemui Minggu (14/7/2019).

Habib sapaan akrabnya, mengumpulkan beberapa warga setempat dan mengajak mereka menyulap hutan agar ramai dikunjungi. Dengan modal pribadi dan bantuan PT Angkasa Pura Ambon satu demi satu jalan mulai terselesaikan. “Selain dana pribadi, kita dapat bantuan dana dari Angkasa Pura untuk bangun Kampung Rotan. Hasilnya cukup memuaskan,” tandasnya

Belum juga diresmikan, tempat ini tak pernah sepi. Awalnya ia berkeberatan membiarkan pengunjung datang, karena masih dalam tahap pengerjaan. Tetapi tidak ingin mengecewakan pengunjung yang sudah jauh-jauh datang, ia memperbolehkan mereka masuk, tapi tetap diawasi.

Bagi pengunjung yang ingin bersantap siang di tempat ini harus membawa bekal dari rumah. Jangan khawatir, terdapat 7 pondokan untuk pengunjung beristirahat.

Salah satu pengunjung, Mato Tuheleluw mengaku kagum dengan wisata alam Kampung Rotan. Ia sangat terhibur dengan air terjun juga keindahan alam Kampung Rotan.”Bagus sekali. Saya baru pernah sampai disini. Untuk wisata anak gunung tempat ini sangat pas. Sangat terhibur selama berada disini,” katanya. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *