IKA UNHAS Maluku Gelar Diskusi Bahas Pembangunan Infrastruktur

IKA UNHAS Maluku Gelar Diskusi Bahas Pembangunan Infrastruktur

SHARE
Ikatan Alumni UNHAS Maluku berfoto usai diskusi bertemakan "Infrastruktur Adalah Koentji" yang dirangkai dengan buka bersama di sebuah kafe di Ambon, Jumat (8/6/2018). FOTO : DOK. IKA UNHAS

TERASMALUKU.COM,-AMBON-TIDAK  dapat dipungkiri, Provinsi Maluku adalah salah satu daerah yang tertinggal dalam pelbagai sektor infrastruktur bila dibandingkan dengan beberapa provinsi lainnya di Indonesia. Hal ini pada gilirannya membuat tingkat konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah di Maluku masih belum terlalu optimal.

Di satu sisi keadaan tersebut membuat kegiatan perdagangan dan produksi serta biaya angkut logistik di Maluku menjadi relatif lebih mahal. Infrastruktur di Maluku sampai saat ini masih menjadi kunci utama terhadap percepatan pembangunan. Dari aspek sosial, penyediaan infrastuktur ini memberikan peluang pengurangan angka kemiskinan dengan cara menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Disamping itu, pembangunan infrastruktur ini punya signifikasi yang kuat terhadap peningkatan roda perekonomian di Maluku sehingga menciptakan produktifitas ekonomi yang baik. Produktifitas yang diperoleh melalui pembangunan infrastruktur  jalan, bandara, pelabuhan dan jembatan. Sehingga pada akhirnya geliat tersebut kelak akan mendukung daya saing dan produktivitas ekonomi secara nasional.

Mencermati situasi tersebut, Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin  (IKA UNHAS) Maluku menggelar diskusi bertemakan “Infrastruktur adalah koentji” yang dirangkai dengan silahturahmi, dan buka puasa bersama di sebuah kafe di Kota Ambon, Jumat (8/6/2018).

Penanggungjawab diskusi Muhammad Alfian menjelaskan, kegiatan ini  selain sebagai sarana temu alumni, juga merupakan perwujudan dari peran para alumni dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk pembangunan di Maluku.

“Dengan diskusi seperti ini, kita dapat mengetahui agenda pembangunan infrastruktur apa yang menjadi prioritas di Maluku. Dengan mengetahui hal itu, maka dari situ upaya maupun langkah-langkah strategis dapat diperjuangkan dan dilakukan oleh para alumni Unhas di Maluku,” ungkap Alfian.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut diantaranya, Jalaluddin Salampessy Kepala Bidang Litbang Bappeda Maluku, Wahidin Manager PT. PLN (Persero) Area Ambon, Asri Arman anggota DPRD Provinsi Maluku, serta pengurus DPD HIPMI Maluku Isra Prasetya Idris.

Asri Arman mengatakan pembangunan infrastruktur di Maluku adalah sesuatu yang mendesak dan urgen. Hal itu menurut anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD Maluku ini disebabkan, secara geografis Maluku merupakan daerah kepualauan. Sehingga tingkat konektifitas antar wilayah perlu ditingkatkan.

Menurutnya hal tersebut  dapat dilakukan dengan membuat pembangunan jembatan dan juga infrastruktur perhubungan lainnya. “Pembangunan jalan untuk meningkatkan konektifitas dan juga menjadikan komoditi unggul di Maluku menjadi go nasional,”papar Asri Arman.

Hal senada juga disampaikan Jalaluddin Salampessy. Menurutnya pembangunan infrastruktur di Maluku mulai dari infrastruktur perhubungan darat, pemukiman warga dan juga lainnya merupakan upaya pemerintah untuk mengejar ketertinggalan Maluku dengan daerah-daerah lain.“Maluku sudah cukup jauh ditinggal oleh daerah lain. Oleh sebab itu, rencana strategis pemerintah dalam hal ini Bappeda Maluku melakukan percepatan itu,” kata Jalaludin.

Sementara itu menurut Isra Prasetya Idris, Maluku saat ini mengalami kemajuan dalam bidang perdagangan yakni kemampuan ekspor. Hal ini ditandai meningkatnya kegiatan ekspor langsung oleh perusahaan perikanan di Pelabuhan Maluku.

Wahidin Manager PLN Area Ambon juga  mengakui  dari aspek infrastruktur kelistrikan Provinsi Maluku masih mengalami ketertinggalan yang cukup jauh. Ada kesenjangan yang begitu besar keterediaan listrik di kota dan yang ada di desa-desa kecil. “Dari 1.243 pulau yang di Maluku, hanya sekitar 800 lebih pulau yang memiliki akses listrik,” tandas Wahidin.

Untuk itu menurutnya, PLN terus mendorong pembangunan serta memacu peningkatan produktifitas di Provinsi Maluku dengan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat serta daerah-daerah tertinggal. Diskusi turut dihadiri Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Maluku, Kasrul Selang, GM PT TELKOM Maluku, Ichwan Muhammadiyah dan  akademisi IAIN Ambon  Fahrul Patiloew. Acara ini ditutup dengan berbuka puasa bersama seluruh alumni Unhas. (ADI)

loading...