Ikan dan Kopra Bakal Jadi Komoditas Angkutan Balik Tol Laut Dari Maluku

by
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) saat menghadiri acara Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital di Hotel Santika Premier Ambon Senin (13/8/2018). FOTO : HUMAS PEMPROV MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tol laut yang digagas pemerintah melalui Kementerian Perhubungan diharapkan jadi solusi harga di wilayah timur Indonesia. Selama ini kelangkaan bahan bakar, maupun alur distribusi yang alot menjadikan harga harga melambung. Di Pulau Jawa misalnya selisih harga barang bisa mencapai 50 persen dengan harga di daerah Timur Indonesia.

Tol laut digadang gadang sebagi solusi atas keresahan harga itu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pertemuannya di Ambon menegaskan tol laut akan memudahkan alur perjalanan serta memberi kepastian harga yang lebih baik. “Tol laut buat harga baik. Kami akan minta ke gubernur juga untuk angkutan balik kapal pengangkut dari Maluku ke Jawa,” Kata Menteri usai menghadiri acara Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital di Hotel Santika Premier Ambon Senin (13/8/2018).

Loading…

Dia menilai selama ini tol laut yang membawa barang dari Jawa atau provinsi lain kerap kembali dalam keadaan kosong. Hal ini yang coba dimanfaatkan pemerintah agar terjadi kestabilan ekonomi di daerah yang dituju. Khusus untuk Maluku, Budi menegaskan bakal mengajak gubernur untuk meyiapkan muatan balik berupa kopra dan ikan untuk dibawa ke Jawa.

Dobo sebagai salah satu wilayah dengan jumlah dan kualitas ikan terbaik. Untuk menghemat biaya pengiriman dan percepatan perputaran uang, ikan ikan asal Dobo maupun daerah lain bakal diangkut kapal untuk dijual ke Pulau Jawa. Sama halnya dengan kopra.

Dua komoditas itu rencanannya dijadikan muatan balik tol laut dari Maluku. Dari pantauan lapangan Terasmaluku.com, harga kopra paling rendah dari komoditas lain. Seperti pala, fuli, cengkeh dan coklat. Harga jual kopra sekitar Rp 4.000 perkilogram. “Justru dengan tol laut kita tingkatkan penjualan kopra biar lebih baik,” katanya.

Saat diwawancarai bersama Gubernuru Maluku, Said Assagaf dirinya mendorong agar ikan dari Dobo dan Kopra bisa mendapat pasar yang baik. Dengan begitu lapangan pekerjaan pun terbuka luas, produktifitas daerah ikut naik.(BIR)