Imigrasi Ambon Deportasi 10 Nelayan Filipina

by
Kepala Kanwil Kemenkumham Maluku menyerahkan dokumen pemulangan 10 WNA Filipina di Kantor Imigarasi Ambon, Selasa (24/10). FOTO : DIN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kantor Imigrasi Kelas I Ambon mendeportasi sepuluh nelayan tradisional asal Filipina ke negara asalnya, Selasa (24/10) sore. Para nelayan Filipina itu diterbangkan menggunakan pesawat komersial dari Bandara Pattimura Ambon menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta dan selanjutnya ke diterbangkan dengan pesawat Cebu Facific menuju Bandara Internasional Ninoy Aquino, Manila, Filipina.

Sebelum dideportasi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku, Priyadi menyerahan dokumen bersama  10 warna negara asing (WNA) asal Filipina itu ke Kepala  Imigrasi I Ambon Mas Budi Priyatno di kantornya.  Setelah diserahkan, 10 warga negara Filipina ini menjalani pemeriksaan oleh pihak  Imigrasi Ambon sebelum dibawa ke Bandara Pattimura Ambon dengan pengawalan petugas.

Kepala Kanwil Kemenkumham Maluku, Priyadi menyatakan, 10 warga negara Filipina yang dipulangkan ini adalah bagian dari 48 nelayan Filipina yang ditangkap  aparat Lantamal IX Ambon bersama Koramil dan aparat kepolisian di kawasan Baguala Kota Ambon medio Juni 2017 karena dokumen keimigrasiaan mereka sudah berakhir. Lantam IX Ambon menyerahkan ke Imigrasi Ambon untuk proses pemulangan mereka.

“Setelah berkoordinasi dengan Konjen Filipina di Manado, Sulawesi Utara, dari 48 yang kita tahan, disepakati hanya sepuluh orang yang kita pulangkan. Sedangkan sisanya akan dipulangkan secara bertahap sambil menunggu mekanisme yang berjalan,” kata Priyadi kepada wartawan di Kantor Imigrasi Ambon.

Priyadi menyatakan,  pemulangan ini atas hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Filipina. Dia berharap, kerjasama ini intens dibina, sehingga setiap proses pemulangan WNA lainnya  maupun WNI bisa berjalan dengan baik. “Muda-mudahan hubungan kedua negara ini intens kita jaga. Saya juga berharap warga asing yang ingin menetap di Indonesia khususnya di Ambon, dapat melengkapi kelengkapan administrasi sesuai yang diatur Undang-undang,” ujarnya.

Dari data yang diterima, saat ini masih terdapat 160 WNA yang ditahan dengan alasan tidak memiliki dokumen keimigrasian. Dan untuk meminimalisir agar warga asing tidak menumpuk, mereka akan dipulangkan secara bertahap ke Negara asalnya.

Priyadi juga berpesan kepada para WNA yang dipulangkan ke negara asal, untuk berprilaku baik dan tidak terlibat hal-hal yang merugikan keluarga, apalagi saat ini di Filipina marak terjadi penjualan narkoba.

“Semoga mereka tidak lagi terlibat hal-hal yang melanggar undang-undang. Kita berharap, setelah lama tinggal di Indonesia dan mengenal dalam budayanya, mereka bisa berprilaku baik di Negara asalnya,” tandas Priyadi. Selain 10 WNA asal Filipina, Imigrasi Ambon juga mendeportasi seorang WNA Thailand karena dokumen keimigrasian di Indonesia sudah tidak berlaku lagi. (DIN)