Imun, Aman, Iman Oleh : Ruth Saiya, Pendeta GPM

by
Ruth Saiya. FOTO. DOK. PRIBADI

Ijinkan saya berbagi refleksi sederhana di era pandemi kovid 19 ini. Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan tetap memiliki semangat serta pengharapan menjalani hari-hari hidup bersama keluarga. Hari hari ini  ibadah kita masih berlangsung di rumah masing-masing. Semoga kita tidak bosan untuk mendekatkan hidup dengan Tuhan, sang sumber kehidupan bagi kita semua. Tentu melalui berbagai media kita telah mengikuti banyak sosialisasi yang disampaikan mengenai covid-19 yang saat ini sedang mendera dunia termasuk Ambon.

Setelah mengikuti  sosialisasi itu kita semakin paham tentang apa itu virus korona, cara penyebarannya dan bahayanya. Kita juga tentu semakin paham mengapa pemerintah menganjurkan kita untuk tetap di rumah, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan setiap waktu dan gunakan masker jika keluar rumah. Artinya semakin kita mengenal dampak dari virus ini kita semakin tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Sedikitnya ada tiga hal penting saat ini yang harus dimiliki oleh tiap orang. Yang pertama : imun (daya tahan tubuh), aman (tetap sehat) dan iman. Imun dapat kita peroleh dari makan makanan yang sehat, tidak merokok, istirahat dan olahraga yang cukup, dan lainnya. Sedangkan aman kita peroleh jika tetap cuci tangan pakai sabun, pakai masker, jaga jarak dll. Lalu bagaimana kita peroleh ketahanan iman?

Iman bertumbuh dari kedekatan kita dengan Tuhan. seberapa jauh kita mengenal Tuhan dalam hidup ini. Apakah kita memiliki iman yang tangguh menghadapi pergumulan hidup ini? Sekuat batu karang atau sekuat pasir? Dalam Injil Matius, Yesus sampaikan kepada orang banyak yang mendengarkan khotbah di bukit, yakni orang yang membangun di atas perkataan-perkataan Tuhan dia ibarat orang yang membangun rumah di atas batu (dasar yang kuat). Sedangkan orang yang hanya dengar saja namun tidak melakukan perkataan-perkataan Tuhan itu dia sama seperti orang yang membangun rumah di atas pasir atau di atas dasar yang tidak kuat. Selanjutnya kita akan memahami bagaimana keadaan rumah yang dibangun di atas dasar yang kuat dan rumah yang dibangun di atas dasar yang tidak kuat. Artinya semakin dekat hubungan seseorang dengan Tuhan sesungguhnya dia sedang membangun hidup di atas dasar yang kuat itu.

Loading...

Jika kita ingin memahami lebih baik lagi tentang apa itu iman maka kita bisa membaca dari kitab Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Apakah kita masih ingat cerita tentang Tomas? Apa yang Yesus katakan kepada Thomas, murid yang baru percaya saat dia melihat? Yesus katakan : “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya”. Jadi iman itu biar tidak melihat apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup kita tapi kita percaya bahwa Tuhan sedang mengerjakan kebaikan bagi kita. Kita tidak tahu sampai kapan Virus Corona ini mendera dunia tapi kita percaya Tuhan akan menolong kita melewatinya.

Jadi iman atau pengakuan iman itu bukan soal bagaimana kita menyatakan melalui mulut kita atau jari-jari kita saat beraktifitas di dunia maya, di media sosial dan lainnya supaya orang lain dengar atau orang lain tahu bahwa kita betul-betul percaya kepada Tuhan Yesus. Namun itu harus diaktakan dalam sikap iman kita kepada Tuhan dalam hidup kita sehari-hari. Apakah kita sanggup menjalani hari-hari hidup ini dengan tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Karena situasi ini memang tidak gampang. Mungkin saja ada di antara kita yang kehilangan pekerjaan, sedang mencoba untuk mendapatkan pekerjaan, sedang bergumul dengan masalah rumah tangga, sedang menghadapi kebingungan, setelah sekolah atau kuliah ini mau lanjut sekolah atau kerja di mana? dan sebagainya.

Nah sikap iman yang benar adalah tidak putus asa dan meninggalkan Tuhan karena kesulitan-kesulitan itu. Justeru ini kesempatan untuk kita semakin dekat dengan Tuhan. Rasul Paulus dalam surat kepada jemaat di Roma mengatakan : Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata barang siapa yang percaya kepada Dia tidak akan dipermalukan. jadi selain kita menjaga agar kita aman dari bahaya virus corona, kita   juga membangun ketahanan iman kita kepada Tuhan. Iman itu membuat mulut dan hati kita seiring sejalan. hati dan mulut bekerja sama. jika hati dan mulut bekerja sama, maka akan menghasilkan tindakan yang benar dalam hidup.

Semoga iman kita tetap bertumbuh dalam pergumulan hidup yang kita alami setiap hari. Tak lupa saya sampaikan selamat menjalankan ibadah Puasa buat saudara dan sahabat umat Islam di mana saja berada. Tuhan menolong kita samua. Amin (RRS)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *