Ina Beta Maluku Salurkan Sembako ke 5 Negeri di Leitisel

by
Koordinator Komunitas Ina Beta Maluku, Beatrix Orno (tenun merah) bagi sembako kepada warga lansia Negeri Hukurila Kota Ambon, Minggu (14/6/2020). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Aturan selama pandemi covid-19 terus menyisakan dampak ekonomi. Untuk itu Komunitas Ina Beta Maluku bergerak membantu mereka yang membutuhkan. Salah satu wujudnya yakni penyaluran lebih dari 300 paket sembako.

Paket sembilan bahan pokok ini dikhususkan bagi para lansia, anak-anak yatim piatu dan kurang mampu serta anak yang berkebutuhan khusus (disabilitas). Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di lima desa di Kecamatan Leitimur Selatan. Yakni dari Negeri Toisapu, Hutumuri, Rutong, Leahari dan Hukurila Kota Ambon.

“Ini bantuan untuk meringankan beban bagi mereka yang susah dan membutuhkan ketika pandemic ini terjadi. Sasarannya tentu kepada yangs angat membutuhkan itu,” jelas pendiri dan koordinator Komunitas Ina Beta Maluku, Beatrix Orno usai membagi bantuan Minggu (14/6/2020).

 

Dalam pembagian itu dirinya tidak sendiri. Ada sekitar 30 anggota Ina Beta Maluku yang semuanya beranggotakan perempuan tangguh. Masing-masing mereka mengendarai kendaraan pribadi pun mengangkut paket sembako berkeliling di lima (5) negeri itu. Menurut Beatrix hal ini sebagai wujud nyata kepedulian komunitas mereka kepada masyarakat. terutama yang berlokasi lebih dari 6 kilometer dengan pusat kota.

Kemampuan fisik yang terbatas juga usia dan kendala finansial memang jadi salah satu hal paling menyusahkan selama masa pendemi. “Sumbangan ini diharapkan bisa berarti paling tidak untuk makan selama beberapa hari ke depan. Itu sudah sangat membantu. Sebab mungkin saja mereka belum pernah terjangkau. Katong bagikan ke Toisapu 55 paket, Hutumuri 50 paket, Rutong 55 paket, Leahari 50 paket dan Hukurila 55 paket,” lanjutnya.

Loading...

Mereka yang jadi sasaran penyaluran bantuan rerata menggantungkan hidup dari keluarga. Sudah pasti para lansia dan anak disabilitas tidak bisa sendiri. Kalaupuan ada bantuan, kata Beatrix, itu dari anak-anak atau anggota keluarga yang lain. Sedangkan selama pandemi mayoritas pendapatan orang turun drastis. Solusinya, perlu ada dukungan dari orang lain yang benar-benar peduli.

Pembagian bantuan ini dilakukan di gereja pada masing-masing negeri yang dihadiri oleh warga masyarakat yang masuk ketegori tersebut di atas. Di sela-sela kunjungan itu, kata Beatrix ada salah satu warga jemaat yang berkisah tentang dampak ekonomi di wilayahnya.

Anggota Ina Beta Maluku saat menyiapkan paket sembako untuk dibagikan di Negeri Rutong

Warga lansia, disablitas pun anak-anak yatim piatu di jemaatnya memang ada yang belum tersentuh bantuan secara spesifik. Selain karena tak banyak bantuan yang masuk juga terkait ekonomi jemaat. “Bantuannya ada tapi belum spesifik ke mereka, gereja dalam hal mau membantu tapi ekonomi jemaat di desa pun terbatas. Karena itu Ina Beta Maluku hadir untuk membantu dan mengisi kekosongan itu,” tuturnya yang telah menggelar 4 kegiatan sebelumnya selama pandemi di Maluku.

Komunitas yang aktif kali pertama saat Maluku tercatat baru punya 1 kasus terkonfirmasi positif covid-19. Di situ Beatrix bersama sekitar 30 perempuan kuat gabung jurus bergerak membantu masyarakat.  Menurutnya semua dana dikumpulkan dari kantong-kantong pribadi dan sebagian dari para dermawan.

Mereka yang ada di komunitas itu ada yang berpofesi sebagai guru, pengusaha kecil menengah, pendeta anggota DPRD Kota, PNS juga ada yang non-PNS. Itulah sebabnya kegiatan mereka belum dapat konsisten berjalan setiap bulan. Sebab kekuatan sokongan dana terbilang fluktuatif dan terbatas. Namun pihaknya terus berupaya agar komunitas itu dapat berguna bagi banyak orang. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *