Industri Rumput Laut Dikembangkan di Malra, Ini Detail Lengkap Dukungan Pemprov Maluku

by
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Abdul Haris. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku, Abdul Haris membeberkan secara detail bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku untuk pengembangan industri rumput laut skala besar di Maluku Tenggara.

BACA JUGA : Malra Kembangkan Industri Rumput Laut Skala Besar, Bupati Hanubun Minta Dukungan Gubernur Maluku

BACA JUGA : Bupati Malra Minta Dukungan Pengembangan Industri Rumput Laut, Ini Respon Pemprov Maluku

Dukungan pertama adalah memastikan alokasi ruang untuk budidaya rumput laut. “Jadi bentuk dukungan Pemprov Maluku itu ada beberapa hal. Yang pertama memastikan alokasi ruang untuk budidaya rumput laut di Maluku Tenggara,”terangnya saat diwawancarai terasmaluku.com Selasa (31/8/2021).

Apalagi menyangkut alokasi ruang untuk pengembangan budidaya ini juga sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang RZWP3K tau Rencana Zonasi wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

Hanya saja Perda yang mengatur tentang RWZP3K ini akan direvisi lagi karena dinilai masih sempit luasan alokasi ruang untuk pengembangan budidaya rumput laut sehingga akan diintegrasikan dengan Tata Ruang sebagaimana amanat Undang-Undang Cipta Kerja UU Nomor 11 Tahun 2020 yang turunannya diatur lewat Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (PermenKP) Nomor 28 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan penataan ruang khusus di wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil.

Revisi ini juga dimaksudkan agar tata ruang pengembangan budidaya rumput laut seluas 1.000 hektar di Malra dialokasikan.

“Revisi ini karena harus integrasikan RZWP3K dengan Tata Ruang (RT/RW). Jangan sampai orang salah tafsir kenapa baru dua tiga tahun sudah revisi, Jadi itu alasan kenapa kita lakukan revisi sebelum lima tahun, harusnya lima tahun baru revisi, karena menjawab amanat UU Ciptaker itu. Sekaligus juga pada saat revisi kita langsung alokasikan 1000 hektar untuk lokasi budidaya rumput laut di Malra,”bebernya.

BACA SELANJUTNYA