Ini Dia Si Pembawa Baki Berpembawaan Tenang dan Senyum Menawan

by
Fita Huwae, siswi SMA Negeri Siwalima Ambon, pembawa baki Bendera Merah Putih menjalankan tugas saat Upacara HUT RI ke 74 di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (17/8/2019). FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON,-Upacara pengibaran Bendera Merah Putih di HUT RI ke 74  tak lepas dari sosok si pembawa baki bendera. Dengan pembawaan yang santai, anggun dan dan senyum manis, nona Ambon, Fita Huwae terpilih satu jam sebelum upacara sebagai pembawa baki pada upacara pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (17/8/2019).

Fita Huwae, siswi SMA Negeri Siwalima Ambon, pembawa baki Bendera Merah Putih saat Upacara HUT RI ke 74 di Lapangan Merdeka Ambon.

Senyum naturalnya begitu mencuri perhatian peserta upacara. Fita merupakan pengibar bendera asal SMA Negeri Siwalima Ambon. Dia sekaligus jadi perwakilan Kota Ambon dalam pasukan Pengibar Bangsa bersama 27 Paskibra perwakilan kabupaten lain di Maluku.

Dara yang baru duduk di Kelas XI itu mengaku bangga dan haru dengan pencapaiannya tadi. “Bangga sekali. Memang beta sudah mau jadi pembawa baki sejak tau terpilih jadi tim pengibar bendera,” katanya dengan wajah sumringah usai pengibaran bendera di Lapangan Merdeka Ambon.

Menjadi anggota Paskibra adalah impian dara kelahiran 18 Maret 2004 ini. Bahkan dia mengaku sejak namanya lulus seleksi, dia berkeinginan untuk jadi yang membawa baki bendera. Hal itu dia buktikan dengan latihan ketat selama masa karantina pada pertengahan Juli 2019.

Konsistensi Fita dalam berlatih juga kepribadian yang baik nyatanya jadi pertimbangan para pelatih dan pendamping untuk memasukannya sebagai calon pembawa baki. “Iya beta memang sudah niat kasih yang terbaik,” akunya.

Puspita Pattisahusiwa, salah seorang pendamping pelatih Paskibra 2019 pun memgakui hal itu. Menurutnya Fita dipilih karena pembawaan dan konsistensi dia selama karantina hingga jelang hari H.

loading...

“Dari semua dia paling tenang, santai seng gampang grogi. Dia kelebihan di situ,” terang Puspita yang juga sebagai Purna Paskibra itu.

Fita Huwae menerima permintaan selfie dari warga termasuk sejumlah guru.

Tugas pembawa baki bukan hal sepele. Pasalnya si pembawa harus benar benar bisa mengontrol emosi, fokus serta punya sikap berwibawa saat berhadapan dengan pemimpin daerah, Gubernur Maluku Murad Ismail.

Menurut Puspita, bersama dengan para pelatih mereka memilih empat orang kandidat pembawa baki. Fita salah satunya.

Yang menarik kata Puspita, Fita bersama tim pengibarnya selama ini disiapkan berlatih untuk upacara penurunan. Namun jelang hari H mereka malah ditunjuk sebagai pasukan pengibar bendera.

“Tapi dia tetap tenang. Tidak kelihatan sama sekali tegang atau gimana, sangat fokus dan selalu senyum,” puji Puspita. Dan Fita sukses menjalankan tugas itu. Puspita berharap pasukan penurunan nanti juga sama seperti saat pengibaran. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *