Ini Penjelasan Kemenhub Soal Kebocoran KMP Terubuk Tujuan Ambon

by
Kapolres SBB AKBP Bayu Farida Butar Butar memimpin evakuasi penumpang kapal feri KMP Terubuk yang mengalami kebocoran. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kapal penyeberangan KMP. Terubuk yang bertolak dari Pelabuhan Waipirit Kabupaten Seram Bagian Barat dengan tujuan Pelabuhan Hunimua, Liang Pulau Ambon, Kamis (2/1/2020) malam mengalami musibah kebocoran. Musibah itu terjadi saat KMP Terubuk baru berlayar sekitar 1.7 mil dari Pelabuhan Waipirit.

BACA JUGA :  Dihantam Gelombang, Kapal Feri Terubuk Tujuan Ambon Bocor, Begini Nasib Penumpangnya

KMP Terubuk  dikelola oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kairatu, Ikra Buamona usai memantau langsung proses evakuasi para penumpang kapal KMP mengatakan seluruh penumpang berjumlah 64 orang berhasil dievakuasi dengan selamat menggunakan sekoci kembali ke Pelabuhan Waipirit.

KMP. Terubuk adalah milik PT. ASDP Indonesia.”Kapal KMP. Terubuk berangkat lebih awal dari jadwalnya guna mengantisipasi cuaca buruk dan angin kencang di Pelabuhan Waipirit namun belum lama berlayar kapal tersebut mengalami kebocoran,” kata Ikra dalam situs resmi Kemenhub, hubla.dephub.go.id.

Ikra menjelaskan mengetahui kapalnya mengalami kebocoran, Nakhoda KMP. Terubuk mengambil keputusan untuk merubah arah mencari bibir pantai yang terdekat untuk menghindari resiko lebih besar dan pada pukul 20.00 WIT, kapal KMP. Terubuk kandas di pesisir Pantai Gemba kurang lebih 1 km dari pelabuhan Waipirit. “Selanjutnya kami melakukan Evakuasi penumpang dari kapal menggunakan sekoci atau liferaft  yang ada di kapal dan Alhamdullilah 64 orang penumpang telah dievakuasi dengan selamat ke Dermaga Pelabuhan Waipirit,” jelas Ikra.

Selain mengangkut penumpang sebanyak 64 orang, kapal KMP. Terubuk juga mengangkut kru kapal sebanyak 10 orang, kendaraan roda dua sebanyak 19 unit, roda empat penumpang sebanyak tujuh unit, roda empat jenis kendaraan barang sebanyak dua unit dan kendaraan Gol. V ( truk ) sebanyak lima unit.

“Adapun kru kapal sebanyak 10 orang masih berada di atas kapal. Petugas UPP Kairatu masih bersiaga memantau dan memonitor kapal KMP. Terubuk serta menyebarkan informasi kepada kapal-kapal agar berhati-hati saat berlayar di dekat lokasi kejadian,” kata Ikra. Ia juga mengatakan pihaknya terus siaga dan akan melakukan penandaan navigasi untuk keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut. (ADI)