Ini Penyebab Etape II Tour de Molvccas Tidak Finish di Bula  

by
Bus pariwisata yang mengangkut pembalap TdM mengalami rem blong di jalan menuju SS Saleman, Seram Utara, Selasa (19/8). FOTO : IST

TERASMALUKU.COM,-BULA-Jarak tempuh  balap sepeda internasional,  Tour de Molvccas (TdM) 2017 di Etape II Selasa (19/9) terpaksa diperpendek.  Rute TdM semula berjarak 155,8 km dengan mengambil star Wahai, Maluku Tengah (Malteng) dan  finish di depan Rumah Dinas Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Kota Bula, diubah menjadi 75 km, berakhir di feeding zone Desa  Waiputi, Kecamatan Seram Utara, Malteng.

Dalam keterangan pers Panitia TdM yang diterima Terasmaluku.com, Selasa malam menyebutkan, perubahan jarak tempuh dan lokasi finish terpaksa dilakukan sebagai dampak  bus yang mengangkut pembalap TdM mengalami rem blong, ganguan teknis di kawasan Saleman, tak jauh dari jalan lingkar SS  Seram Utara. Bus pariwisata milik Dinas Perhubungan Maluku ini mengalami gangguan saat mengangkut atlet balap sepeda internasional dari Kota Masohi ke Wahai, untuk star etape II.

“Star etape II  terpaksa mundur dari waktu semula dan jarak tempuhnya pun diperpendek, akibat gangguan teknis bus saat transper atlet dari Masohi ke Wahai,” kata International Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia, UCI (Union Cycliste Internationale) dan juga KonsultanTeknis TdM, Jamaludin Mahmood, dalam keterangan pers itu.

Ia menyebutkan,rencana awal, start dilakukan pada pukul 12.00 WIT dari belakang Kantor Camat Wahai di Jalan Port, Wahai. Tapi akhirnya, start baru bisa dilakukan pukul 15.20 WIT karena menunggu bus yang mengangkut pemain tiba di Wahai.  Bus tersebut ditumpangi tiga tim.  Diantaranya tim Kinan dari Jepang, dengan pembalap dari Jepang dan Australia. Pembalap sepeda di bus tersebut berjumlah 18 orang termasuk anggota tim mereka.

Kendala ini menurut Jamal, menyebabkan para pembalap tertahan selama lebih dari 5 jam di lokasi Jalan Port, Wahai, menunggu pembalap dari bus yang mengalami rem blong itu sehingga waktu star pun mundur.  Menurut Jamal, pembalap dan para wasit akhirnya mengambil keputusan terbaik bersama untuk memperpendek jarak rute lomba balap Etape II  ini.

“Dengan pertimbangan demi keselamatan para atlet mengingat waktu star sudah hampir sore, sehingga tidak mungkin finishnya di Kota Bula karena jarak tempuh jauh dan sudah malam hari,” katanya.  Etape II diikuti 58 pembalap setelah 5 pembalap gagal mencapai garis finsh di Etape I pada  Senin (18/9).

loading...

Rute Etape II dimulai dari Jalan  Port  Wahai,  Jalan Yunus Makatita – Air Besar – Taman Nasional Manusela – Pasahari – Kobi – Samal  dan berakhir di Jalan  Waiputi, Seram Utara. Peserta berlomba dalam hujan dan kabut, mulai dari star hingga finish. Lokasi yang ditempuh jauh dari pantai dengan daerah-daerah yang serba kehijauan di Taman Hutan Lindung nasional Manusela

Meski finish di Waiputi, namun pengumuman pemenang dan Upacara Penghargaan Pemenang (UPP) tetap dilakukan di Rumah Dinas Bupati SBT sekitar pukul 20.00 WIT yang disaksikan Gubernur Maluku Said Assagaff, Bupati Mukti Keliobos dan Wakil Bupati SBT Fahri Alkatiri dan pejabat lainnya.

Masyarakat  SBT  dan Seram Utara tantusias menyambut peserta TdM. Sejak siang, mereka sudah tumpah ruah di jalan, anak-anak sekolah pun berbaris mengenakan seragam. Sebagian masyarakat bahkan bertahan sampai malam,dan akhirnya kecewa gagal menyaksikan konvoi para pembalap, karena lokasi mereka berada jauh dari Waiputi, lokasi finish.

Bahkan di Kampung Bali, sejumlah penari dan pemusik adat sudah bersiap-siap menari dengan pakaian adat mereka. Pembalap tiba di Kota Bula, Selasa  malam dengan menggunakan bus  yang disambut Gubernur dan Bupati serta warga. Gubernur dan Bupati serta Wakil Bupati menyerahkan hadiah bagi pemenang di etape II ini. Etape III akan berlangsung Rabu (20/9) dengan mengambil star Pantai Wisata Gumamae, dan finish di Wahai. (ADI)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *