Ini Pesan Gubernur  ke  Bupati SBB, Buru, MTB  dan Walikota Ambon

by
Gubernur Maluku Said Assagaff FOTO : DOK. (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON- Gubernur Maluku Said Assagaff melantik tiga Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Ambon periode 2017-2022 di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (22/5). Mereka adalah Ramly Umasugi-Amostafa Besan, Bupati  dan Wakil Bupati Buru, Yasin Payapo – Sustinus Akerina, Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB),  Petrus Fatloan – Agustinus Utuwaly,menjadi Bupati dan Wakil  Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) serta  Richard Louhenapessy – Syarif Hadler, Walikota dan Wakil Walikota Ambon. Lalu apa pesan gubernur  kepala empat pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah itu.

Dalam sambutan pelantikan itu, gubernur lebih awal memberikan penekanan kepada Bupati dan Wakil Bupati SBB. Ia minta  Bupati dan Wakil Bupati untuk segera menyelesaikan sejumlah masalah strategis dan krusial di  daerah itu. “Pertama, penuntasan terhadap proses penataan kelembagaan perangkat daerah, beserta pengisian jabatan struktural harus segera. Kedua, masalah tata kelola pemerintahan yang selama ini sangat amburadul. Ketiga, parahnya kedisiplinan pegawai. Keempat, banyaknya kasus korupsi, serta laporan keuangan yang selalu disclaimer,” paparnya.

Assagaff sarankan, agar segera diidentifikasi akar masalahnya, solusi serta langkah-langkah percepatan pembenahan. Lantas konsultasikan ke gubernur, jika ada hal-hal yang berat, krusial dan lain-lain. Selain itu, lanjut Assagaff, perlu penyiapan SDM yang memadai yang relevan dengan kekayaan SDA SBB yang sangat melimpah ini.

Kepada Bupati dan Wakil Bupati Buru, Gubernur Assagaff berharap banyak untuk terus menjadikan Pulau Buru sebagai Lumbung Pangan Nasional, dan sekaligus juga Lumbung Pangan untuk Maluku. Sesungguhnya, potensi sumberdaya alam Pulau Buru sangat luar biasa. Ada hasil pertaniannya, ada pertambangannya, tetapi juga pariwisatanya yang terus berkembang.

“Tanggung jawab besar untuk Bupati dan Wakil Bupati adalah menjadikan bumi ‘Bupolo’ terus berkembang dalam keberagaman, kebersamaan dan semangat persatuan, dalam spirit Kai Wai (ade dan kaka). Kekayaan alam yang adalah anugerah TUHAN itu, mesti dimanfaatkan demi kepentingan bersama, demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Daerah ini menurut Assagaff, harus kembali menjadi lumbung pangan Maluku, serta perlu percepatan perbaikan lingkungan hidup yang rusak parah karena pengelolaan Gunung Botak secara sporadis. Selain itu perbaikan pranata sosial budaya yang hancur karena imbas dari kemilau Gunung Botak.

Lalu kepada Bupati dan Wakil Bupati MTB, bagian  wilayah gas abadi  Blok Masela.  “Begitu pula kepada saudara Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat. Kekayaan alam Maluku di Blok Masela mesti disikapi secara bijak sejak sekarang. Karena itu, persiapkanlah masyarakat MTB menyambut operasionalisasi Blok Masela dengan kalkulasi yang matang,” tandasnya.

Anak-anak daerah, disebut Assagaff, harus diarahkan pada pendidikan tinggi dengan spesialisasi khusus, yang mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja pertambangan dan sumber daya mineral.  “Saya selalu tegaskan diberbagai kesempatan, bahwa Rakyat Maluku harus jadi pelaku utama dan bukan penonton di Blok Masela nanti. Selain itu, saudara juga punya tanggung jawab berat untuk mengawal modal sosial kultural masyarakat di sana, agar kelak mereka tidak kehilangan hak dan identitas kulturalnya,” katanya.

Lalu untuk Kota Ambon, ibukota Provinsi Maluku Gubernur Assagaff menyatakan syukur Richard Louhenapessy kembali terpilih menjadi Walikota Ambon, yang kini didampingi Syarif Hadler yang dinilainya sarat pengalaman. “Dengan model pemimpin sekelas Walikota dan Wakil Walikota, kita semua berharap kota yang bersejarah bergerak lebih maju lagi, baik itu menyangkut sarana dan prasarana, maupun peningkatan kualitas SDM dan kualitas kesejahteraannya. Karena bagaimanapun, kota Ambon harus menjadi barometer terhadap kabupaten dan kota lainnya yang ada di provinsi Maluku,” ujarnya.

Prestasi Nasional Kota Ambon yang diterima pada Tahun 2016 lalu, menurut Assagaff, adalah penghargaan Adipura Buana, yakni penghargaan sebagai Kota yang layak dihuni (livable city). Dia katakan, dirinya dan seluruh warga Kota Ambon, menaruh harapan besar kepada Richard – Syarif untuk terus membenahi Kota Ambon, menjadi lebih bersih, lebih terang, lebih nyaman dan semakin layak untuk dihuni.

Gubernur katakan, ada beberapa tantangan berat ke depan menanti Richard – Syarif, antara lain: Pertama, persoalan tata ruang Kota Ambon ke depan yang semakin rumit dan kompleks. Kedua, cakupan Wilayah Kota Ambon dengan struktur geografis yang unik berbasis kawasan pesisir.  “Pemerintah Provinsi mengarahkan pengembangan wilayah ibukota ke luar dari pusat kota, yaitu pada kawasan Rumah Tiga, Passo, Suli, Waai dan yang lain, tujuannya untuk mendorong ‘pengalihan’ arah laju pembangunan agar lebih menyebar secara sinergis,” terangnya.

Sedangkan, tantangan yang ketiga, yaitu menyandang status sebagai salah satu Kota Besar Modern di Indonesia, selain city of music.  Assagaff juga berharap, Kota Ambon tetap menjadi Baeleo Basar Orang Basudara untuk seluruh warga kota Ambon yang makin plural ini. Jika tidak kota Ambon hanya akan menjadi Kampung Besar.

“Karena itu, saya ingatkan kepada Para Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota bersama-sama dengan warga masyarakat masing-masing, untuk bersama-sama bakukele, baku bantu pikol hahalang, baku topang angka beban, baku badati, baku masohi, dan ma’anu bangun negeri, agar cahaya kemakmuran bisa merata ke seantero Tanah Kebanggaan Datuk-Datuk ini,”katanya. (IAN/ADI)