Ini Sanksi Hukum Warga Yang Menolak Pemakaman Jenazah di TPU

by
Juru Bicara Gustu Kota Ambon, Joy Adriaansz . FOTO : MCAMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Juru Bicara (Subir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (C19) Kota Ambon, Joy Adriaansz, mengatakan penolakan terhadap pemakaman jenazah ada sanksi hukumnya. Ini disampaikan Joy menyusul penolakan warga terhadap dua jenazah pasien katagori dalam pengawasan (PDP) yang akan dimakamkan pada dua TPU dan waktu berbeda di Kota Ambon.

Kepada Tim Media Center Pemkot Ambon, Minggu (3/5/2020) Jubir menjelaskan, pelaku penolakan pemakaman jenazah pada lokasi TPU dapat dijerat dengan pasal berlapis. “Yaitu Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP dan pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular. Yang juga berlaku terhadap pelaku penolakan pemakaman jenazah C19 atau pemakaman dengan protokol C19,” kata Jubir.

BACA JUGA : Jenazah Reaktif Rapid Test Akhirnya Dimakamkan dengan Tenang di Hunuth

BACA JUGA : Pemkot Ambon Minta Maaf Atas Pemakaman Jenazah di Rumah Tiga

Dikatakan, seperti yang ditegaskan para ahli kesehatan, bahwa jenazah yang dikubur secara otomatis virusnya akan mati, sebab inangnya sudah mati. “Virus tidak akan bertahan lama dan justu cepat mati pada tubuh yang sudah meninggal,” terang Jubir.

Loading...

Dijelaskan pula mengapa penolakan pemakaman jenazah tidak perlu dilakukan, antara lain, Pengurusan jenazah C19 sudah melalui prosedur khusus dan teliti oleh pihak rumah sakit. “Jenazah dibungkus dalam kantong jenazah yang sangat rapat, lalu dimasukkan ke dalam peti yang tertutup rapat, dan setiap tahapannya sampai dengan pemakaman disemprot dengan disinfektan,” imbuh Jubir.

Selain itu, petugas pemakaman yang bertanggung jawab adalah para petugas yang sudah dilatih secara khusus untuk melakukan prosedur pemakaman jenazah Covid-19 dengan benar dan aman, dengan menggunakan APD yang lengkap saat melakukan proses pemakaman.

“Dan yang paling penting yang harus diketahui masyarakat adalah, Virus Corona atau COVID-19 tidak akan bertahan lama diluar tubuh manusia bahkan virus tersebut akan segera mati begitu jenazah dimakamkan,” jelasnya.

Selain daripada itu, dengan menjunjung tinggi azas kemanusiaan, menolak pemakaman jenazah adalah suatu hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan pastinya tidak menjadi solusi dalam mencegah penularan virus.

Seperti diketahui, warga Negeri Rumah Tiga Kota Ambon menolak pemakaman seorang jenazah katagori PDP di RSUD dr Haulussy  di TPU Rumah Tiga kawasan Taeno Kota  Ambon pada Jumat  (1/5/2020). Meski sempat ditolak, petugas akhirnya memakamkan jenazah asal Talake Kota Ambon itu dengan tenang.

Setelah itu, pada Minggu (2/5/2020) warga juga menolak pemakaman seorang jenazah katagori PDP yang meninggal di RSUD dr Haulussy Ambon. Karena ditolak,  Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Ambon dan petugas akhirnya memakamkan jenazah di TPU Hunuth yang khusus disediahkan Pemkot Ambon. (ALFIAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *