Ini Strategi PLN Terangi Maluku dan Malut dengan Pembangkit Hybrid

by
Warga gotong royong memikul tiang jaringan listrik di salah satu desa di Maluku yang minim fasilitas dan tanpa dermaga, (26/8). FOTO: Dok. PLN

TERASMALUKU.COM,AMBON – Keberadaan desa-desa yang jauh di Maluku menjadi tantangan tersendiri PLN dalam melistriki Indonesia. Terhitung ada dua kabupaten besar, MBD dan Aru yang presentasi teraliri listriknya kecil. Salah satu solusi yang diupayakn PLN yakni dengan menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) antara lain pembangkit Hybrid.

Kabupaten Kepulauan Aru misalnya menjadi yang paling banyak desa belum teraliri listrik. Akses jalan dan infrastruktur menuju ke desa-desa terpencil menjadi kendala PLN. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Romantika Dwi Juni Putra, dalam keterangan pers virtual Selasa 25 Agustus 2020 menjelaskan kepada sejumlah wartawan.

 

“Jangankan pelabuhan jalannya saja kadang tidak ada dan itu memang menyulitkan petugas ke lapangan. Tapi kami terus berupaya sebab itu komitmen untuk melistriki Indonesia,” jelasnya.

Kabupaten Aru dan MBD, memang punya karakteristik pulau yang terdiri dari ratusan desa kecil. letaknya pun tersebar dan berjahuan. Dengan banyaknya desa yang sangat tersebar itu dibutuhkan langkah khusus dalam melistriki seluruh desa dan pulau tersebut.

“Sejauh ini untuk sistem kelistrikan yang isolated atau pulau-pulau kami memang banyak menggunakan PLTD. Ke depan, kami akan memanfaatkan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) antara lain pembangkit Hybrid” tambahnya.

Loading...

Pembangkit Hybrid ini adalah salah satu langkah PLN dalam mewujudkan penggunaan EBT dimana target bauran energi dalam penggunaan EBT sendiri di tahun 2025 yakni sebesar 23%.

Pelanggan akan menikmati pasokan listrik yang dimanfaatkan dari tenaga surya atau energi matahari (PLTS) untuk pola operasi di siang hari, sedangkan di malam hari suplaynya akan beralih menggunakan PLTD secara kontinyu.

Pembangkit Hybrid sendiri dapat menghemat penggunaan BBM untuk PLTD sehingga akan meningkatkan efisiensi dari Biaya Pokok Produksi sistem kelistrikan itu sendiri.

“Tentu yang menjadi tantangan bagi kami saat ini adalah dari sisi akses dan transportasi. Itu yang paling utama. Di samping itu, masih adanya pulau-pulau yang belum memiliki dermaga atau Pelabuhan, ataupun akses jalan. Keseluruhan itu tentu berdampak di sisi mobilisasi material kelistrikannya. Kami selalu berkomunikasi dan sangat mengapresiasi peran Pemerintah Daerah, DPRD, dan seluruh stakeholders lainnya baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, bahkan hingga tingkat kecamatan dan desa yang sangat kooperatif dan mendukung kami”, tutur Romantika.

Terhitung hingga Juli 2020, PLN telah melistriki 898 desa di Maluku dan 988 desa di Maluku Utara. Di tahun 2020 ini, PLN menargetkan dapat melistriki sebanyak 1.131 desa di Maluku dan 1.150 desa di Maluku Utara.

Selain jumlah tersebut, terdapat desa-desa yang sudah berlistrik namun belum berlistrik PLN, seperti bantuan dari Pemda setempat ataupun swadaya masyarakat, swasta dan program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari Kementerian ESDM.

Hal ini dilakukan Rasio Elektrifikasi Indonesia 100%. Salah satunya yakni dengan melistriki desa-desa di Maluku dan Maluku Utara yang belum berlistrik PLN. (PRISKA BIRAHY)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *