Ini Syarat Jadi Muzakki, Orang yang Wajib Membayar Zakat

by
FOTO : ISTIMEWA

Berzakat adalah salah satu kewajiban bagi setiap muslim selain menunaikan shalat. Perintah ini telah disebutkan dalam Al-Qur’an serta dalam rukun Islam ketiga. Hukumnya wajib, namun hanya bagi orang-orang yang mampu dan telah memenuhi syarat. Orang yang wajib membayar zakat dinamakan muzakki.

Zakat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal atau zakat maal. Muzakki adalah sebutan untuk orang yang wajib membayar kedua jenis zakat ini, sedangkan golongan yang menerima zakat disebut dengan asnaf yang terdiri dari 8 golongan. Zakat diwajibkan bagi orang-orang yang telah memenuhi syarat. Jika Anda ingin tahu apakah Anda telah memenuhi persyaratan menjadi muzakki, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Syarat-Syarat Orang yang Wajib Membayar Zakat

Orang yang wajib membayar zakat dinamakan muzakki. Syarat menjadi muzakki untuk zakat fitrah dan zakat mal hampir sama. Perbedaan terletak pada barang atau harta yang dikeluarkan. Berikut syarat menjadi muzakki sesuai dengan jenis zakat yang dikeluarkan.

  1. Zakat Fitrah

Seperti yang kita tahu, zakat fitrah hanya dikeluarkan saat menjelang hari raya idul fitri atau saat bulan ramadhan. Zakat fitrah atau disebut juga dengan zakat nafs yang hanya dilakukan 1 kali dalam setahun, dan hukumnya wajib (fardhu) bagi setiap muslim. Syarat orang yang wajib zakat fitrah antara lain:

  • Seorang muslim
  • Memiliki harta yang lebih dari kebutuhan sehari-hari baik untuk dirinya maupun orang-orang di bawah tanggungannya pada hari raya atau malam sebelumnya
  • Ada dan dikeluarkan sebelum matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan, atau beberapa saat sebelum shalat idul fitri dilaksanakan

Selain itu, jika Anda adalah seorang kepala keluarga, maka Anda juga punya kewajiban untuk membayar zakat fitrah orang yang berada di bawah tanggungan Anda. Meliputi istri, anak-anak, termasuk orangtua yang sudah renta. Adapun kriteria untuk orang-orang yang tidak wajib membayar zakat yaitu:

  • Orang yang meninggal dunia sebelum matahari terbenam di akhir bulan ramadhan
  • Anak yang lahir selepas matahari terbenam di hari terakhir bulan ramadhan
  • Orang yang baru memeluk agama Islam (mualaf) sesudah matahari terbenam di hari terakhir ramadhan
  • Memiliki tanggungan istri yang dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir ramadhan.

Zakat yang dikeluarkan adalah berupa makanan pokok, bisa dalam bentuk beras, gandum, sagu dan lain-lain, sebanyak 1 sho’ yang setara dengan 2,157 sampai 3 kilogram.

  1. Zakat Maal

Zakat maal adalah zakat harta yang dimiliki. Orang yang wajib mengeluarkan zakat maal adalah orang yang telah memenuhi syarat dan memiliki harta yang mencapai nishab dan haul. Syarat wajib zakat maal yaitu:

  • Seorang muslim
  • Orang yang merdeka
  • Memiliki harta yang dikuasai secara penuh
  • Harta yang wajib dizakati sudah mencapai nishab
  • Harta yang wajib dizakati sudah dimiliki dalam waktu satu tahun penuh

Zakat maal dapat dilakukan kapan saja, asalkan harta yang dimiliki memang telah mencapai haul dan nisab. Bahkan dalam zakat maal ada juga zakat profesi atau zakat penghasilan yang dapat dikeluarkan setiap bulan.

Nisab harta yang dapat dikeluarkan sebagai zakat maal adalah sebanyak 85 gram untuk bentuk emas, atau setara dengan harga emas 85 gram pada hari tersebut. Zakat maal bisa dalam bentuk hasil pertanian, binatang ternak, emas, perak, termasuk gaji. Besaran mengeluarkan zakat maal adalah 2,5% dari total jumlah harta yang dimiliki.

Dari informasi ini, dapat disimpulkan bahwa orang yang wajib membayar zakat dinamakan muzakki. Baik untuk jenis zakat fitrah maupun zakat maal. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai zakat dan wakaf, silahkan follow akun Instagram Literasi Zakat Wakaf di @literasizakatwakaf atau dengan subscribe Youtube Literasi Zakat Wakaf. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Anda mengenai zakat dan wakaf ya!

Editor : Redaksi