Ini Yang Dilakukan Pjs Bupati Agar MBD Tetap Zona Hijau Covid-19

by
Melky Lohy. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Maluku Barat Daya (MBD) tidak ingin terlena dengan status zona hijau covid-19 di wilayahnya. Nah untuk menjaga MBD tetap hijau, Pjs Bupati MBD, Melky Lohy akan mengeluarkan Instruksi agar Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dibentuk hingga ke tingkat RT/RW di kabupaten beranda NKRI ini.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi masyarakat, dan semua kalangan di MBD agar tidak terlena dengan status zona hijau. Apalagi, Kabupaten MBD juga akan menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.

Melky mengatakan pembentukan Satgas Covid-19 hingga ke tingkat desa sebagai tindaklanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 440/5184/SG.

“Berdasarkan hasil evaluasi maka dalam rangka penyelenggaran Pilkada yang aman dari covid-19, kami telah bersepakat mengeluarkan Surat Instruksi Pjs Bupati sampai RT/RW segera bentuk Satgas Covid-19. Bagi yang sudah ada pertahankan. Ini untuk menjaga dan melindungi warga MBD dari covid-19,”kata Melky kepada Terasmaluku.com via seluler Minggu (4/10/2020)

Pembentukan Satgas Covid-19 hingga ke desa RT/RW ini diambil karena Pjs Bupati menegaskan tidak ingin kecolongan seperti yang terjadi di Kota Ambon.

Loading...

“Tidak ada kata kita (MBD) daerah hijau. Intruksi ini dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman di Kota Ambon agar jangan menyangka kondisi kita aman-aman saja. Tapi langkah strategis yang kita lakukan adalah membentuk Satgas sampai tingkat desa hingga RT/RW dan melibatkan Hansip, Babinsa dan Babinkmtibmas untuk melakukan langkah-langkah penanganan terkait orang masuk keluar di desa. Itu yang kita lakukan,”sambungnya.

Terkait sosialisasi pentingnya protokol kesehatan, Melky Lohy mengatakan pihaknya sementara menyiapkan agenda bersama Forkopimda dan instansi terkait untuk turun ke kecamatan hingga desa melihat persiapan sekaligus melakukan sosialisasi.

Melky Lohy menegaskan hal yang paling penting saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

“Sanksi mungkin belum tegas, hanya sanksi administrasi tapi kita berusaha agar tidak menakutkan dengan sanksi, sanksi bukan satu-satunya cara. Tapi bagaimana mengedukasi masyarakat supaya mereka sadar benar bahwa protokol kesehatan itu penting. Kalau kesadaran masyarakat kuat maka akan memberikan kesehatan yang baik bagi seluruh warga, kalau mereka sehat mereka bisa bekerja, bersekolah dan sebagainya,”tuturnya.

Diharapkannya, dengan pembentukan Satgas hingga ke tingkat RT/RW ini menjadikan MBD siap dan tanggap lawan covid-19. (Ruzady Adjis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *