Intip Apa Saja Fasilitas RSUP dr. J. Leimena yang Bakal Layani Pasien Covid-19

by
Nantinya 26 Mei 2020 RSUP dr. Johannes Leimena beroperasi kali pertama khusus tangani pasien Covid-19 di Maluku, (16/5). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Maluku memastikan pengalihan layanan pasien ke RSUP dr. Johannes Leimena pada 26 Mei 2020. Lalu seperti apa fasilitas, alat-alat medis, SDM hingga elemen penunjang yang punya peran penting di sana.

BACA JUGA : 400 Ribu Wanita Hamil Saat Pandemi Covid-19 di Indonesia, Jadi Sorotan Asin

Secara fisik rumah sakit pusat pertama di Maluku itu telah rampung. Dia berlokasi di Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon. Bangunan megah dengan desain modern menghadap ke Teluk Ambon itu sudah pasti menawarkan pemandangan yang apik.

Instalasi Gawat darurat (IGD) RSUP dr. Johannes Leimena

Direktur Utama RSUP dr. Johannes Leimena, Calestinus Eigya Munthe, Sp.KJ, M.Kes dalam keterangan pers di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (20/5/2020) merinci kesiapan fasilitas di rumah sakit.

“Secara prasarana semua sudah siap. Yang kita bahas adalah masalah SDM. Akan ada 120 tenaga kesehatan yang diambil dari berbagai rumah sakit. Mereka akan dibagi ke dalam empat tim,” terang Munthe.

Satu tim, terdiri dari 30 tenaga kesehatan yang masing-masing bekerja selama 2 minggu. Setelah itu, 2 minggu berikutnya mereka masuk masa karantina. Skema kerja rolling itu diterapkan selama memberikan pelayanan ke pasien.

Rumah sakit juga menyiapkan 200 tempat tidur. Dari jumlah tersebut, ada pembagian bagi pasien dengan pelayanan khusus. Yakni 20 tempat tidur beserta ventilator atau alat bantu napas. “Sebagai catatan ya, RSUP pada saat ini hanya akan khusus untuk layani covid,” tegas mantan Direktur Medik RS Prof Kandow, Manado itu.

Tiga jenis kendaraan pasien yang siap di sekitar zona merah

Terkait SDM rumah sakit, Munteh menjelaskan, pihaknya menunggu putusan dari Kemenpan-RB terkait SDM definitif yang akan ditempatkan di Ambon itu. Mereka merupakan pegawai yang lulus tes CPNS. Namun Karena kebutuhan pelayanan covid-19 di Maluku, maka ada transfer SDM dari sejumlah rumah sakit di Kota Ambon.

Loading...

Untuk memastikannya, secara terpisah wartawan meninjau langsung RSUP dr. J. Leimena. Bersama Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP dr. Johannes Leimena Ambon, Dokter Yan Aslian Noor, MPH, secara ekslusif menjelaskannya kepada wartawan.

“Tanpa covid, sebenarnya Juni resmi beroperasi. Karena tenaga kita sudah disiapkan dari CPNS yang lulus. Ada160 tenaga CPNS dari pusat dan yang tentukan Kemenpan-RB,” terang Yan kepada Terasmaluku.com saat melihat kondisi bagian dalam rumah sakit pada  Sabtu 16 Mei 2020.

Bagian utama pelayanan yakni ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dengan kapasitas tampung yang luas dan besar, ada beberapa ruangan yang siap menerima pasien sesuai prioritas kegawatan. Itu dibagi dalam simbol warna atau yang disebut triage.

Bagian IGD terdapat area dengan fasilitas Rontgen, sejumlah brankar untuk pasien kegawatan hingga ruang jenazah bagi pasien-pasien yang Death On Arrival (DOA) atau yang meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Secara keseluruhan rumah sakit tipe A ini memiliki 265 kamar. Namun sesuai koordinasi hanya 200 kamar yang disiapakan. “Tapi untuk tahap awal katong siapkan 30 kamar. Maksudnya tidak langsung ada 200 pasien di hari pertama kan, bertahap,” lanjut alumnus Master of Public Health – Universitas Gadjah Mada itu.

Selain IGD, fasilitas dasar lain yang ready juga ada ruang Intensive Care Unit (ICU)  dengan 20 tempat tidur dan rawat inap. Lebih lanjut dia menyebut, bangsal rawat awat inap berkapasitas dan masih bisa terus dikembangkan lagi. Obat-obatan juga telah tersedia di sana. termasuk alat pelindung diri (APD) yang disiapkan pihak rumah sakit maupun ada yang berasal dari sumbangan. Seperti saat itu RSUP kedatangan 480 potong APD sumbangan dari Yayasan Budha Tzu Chi yang berpusat di Tiongkok.

Ruang tunggu di area hijau rumah sakit dengan salah satu sisi menghadap Teluk Ambon

Serta ada tiga unit kendaraan pengangkut pasien. Masing-masing punya spesifikasi dengan peruntukkan yang berbeda. Kepada wartawan Yan menerangkan mobil pertama merupakan ambulans yang umum untuk mengantar pasien. “Yang kedua ada mobil khusus untuk transfer atau pemindahan pasien dan mobil jenazah atau kereta merta. Ini beda semua, sebab alat medis dan fasilitas di dalamnnya disesuaikan dengan kondisi pasien,” ujarnya.

Pihaknya memastikan rumah sakit telah siap dan tinggal menunggu kedatangan tenaga medis yang telah mengikuti masa orientasi untuk bertugas. Mereka terdiri dari tenaga dokter, peraat, radiographer, kesehatan lingkungan, gizi, binatu hingga cleaning service. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *