Investasi di Pasar Modal Tidak Merugikan

by
Perwakilan OJK RI Agus Nugroho (tengah) dan Kepala BEI Ambon (kiri) saat keterangan pers di Ambon, Senin (27/11).

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pengetahuan masyarakat tentang investasi di pasar modal terbatas. “Masyarakat mengkhawatirkan kepastian keuntungan investasi di pasar modal,” ujar Agus Nugroho, perwakilan OJK pusat saat media gathering bersama insan pers Maluku, di City Hotel, Ambon, Senin, 27 November 2017.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Ambon, Alberto Fasaamuri Dachi mengatakan, masyarakat memahami investasi di pasar modal tidak memberikan keuntungan. “Kalau bicara saham, mereka akan menanyakan untungnya berapa?, kalau nabung saham untungnya berapa? Karena tidak mendapatkan kepastian, mereka menganggap itu tidak menguntungkan,” tutur Alberto.

Padahal, Yefta Djunarjanto, Marketing PT. Sinarmas Asset Management mengatakan, pasar modal memberikan banyak pilihan instrumen investasi yang bisa menjadi alternatif bagi nasabah. Selain itu, investasi sangat bermanfaat. “Bisa mengembangkan bisnis yang dijalankan dan mendapatkan tambahan dana bagi masyarakat,” tutur Yefta.

Selain itu, berdasarkan survei indeks literasi keuangan , indeks pasar modal 2016 meningkat 0,61% dari 2013 sebesar 3,79% menjadi 4,4%. Sedangkan, indeks inklusi nasional 2016 meningkat menjadi 1,25 dari 2013 sebesar sebesar 0,11%. Artinya  meningkat 1,14 persen.

Namun, tingkat risiko yang ditanggung terbilang tinggi. Kemungkinan terjadinya fluktuasi harga. Adanya resiko daya beli, bisnis, tingkat modal, pasar, dan likuiditas. “Hal ini tergantung individu yang berinvestasi, dan mampu menantang resiko,” kata  Alberto.

OJK, melalui Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal (BPSPM) bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Perusahaan Efek dan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat, wartawan, dan pelaku bisnis di daerah, memberikan pemahaman kepada masyarakat berinvestasi cerdas dan aman, mengajak masyarakat investor di pasar modal dengan mengadakan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2017.

Sebelumnya kegiatan ini diselenggarakan di Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Makassar dan Denpasar. Di Ambon, OJK memberikan materi Pasar Modal kepada pegawai Kantor OJK Maluku, Media Gathering, seminar dan talkshow Pasar Modal di Politeknik Negeri Ambon. (AMA)