Irjen Polisi Murad Ismail, Berawal dari Danton Hingga Kakor Brimob Polri

by

TERASMALUKU.COM,AMBON-Adalah Inspektur Jenderal  (Irjen) Polisi Drs. Murad Ismail. Jenderal Bintang Dua ini menjadi Kepala Korps (Kakor) Brimob Polri, pasukan elit Polri. Murad memutuskan maju di Pilkada Maluku 2018. Ia datang sendiri mengembalikan berkas pencalonan sebagai bakal calon  Gubernur Maluku periode 2018-2023 di Kantor DPD PDIP Maluku pada Sabtu 27 Mei sore.

Kami  menurunkan tulisan tentang profil seorang Murad Ismail. Perjalanan panjang tugas dan pengalaman ayah  empat orang putra-putri ini  hingga mengantarnya  menjadi Kakor Brimob Polri.  Murad  terlahir dari keluarga sederhana di Waihaong Kota Ambon pada 11 September 1961. Murad kecil menempuh pendidikan dari SD hingga tamat  SMA di kota kelahirannya Ambon. Ia lulus SD tahun 1974, SMP 1977 dan tamat  SMA tahun 1981.

Begitu lulus SMA di Ambon, Murad muda langsung masuk pendidikan Polri, Akademi Kepolisian Republik Indonesia atau AKPOL.  Di Tahun 1985, Murad pun lulus AKPOL. Setelah  lulus AKPOL, Murad yang berpangkat IPDA  itu ditugaskan ke Polda Sulawesi Tengah (Sulteng).  Murad mengawali jabatannya sebagai Komandan Peleton (Danton) KIE 5153 Polda Sulteng pada  3  November 1985.

Pada 7 April 1988, Murad menjadi Kasubden Hartib Prov Polda Sulteng. Suami dari Widya Pratiwi ini pada 14 November 1988 menjadi  Kasubden IDIK Prov Polda Sulteng.  Pada 2 Desember 1989, Murad pun menjabat sebagai Kasubag Binops Reserse Polda Sulteng. Tak lama kemudian pada 16 Februari 1990, Murad dipromosikan menjadi Kasat Sabhara Polresta Gorontalo.

Setelah itu, pada 3 Juli 1992, Murad menjadi Kapuskodal Ops Polresta Gorontalo.  Pada 28 Februari 1994, Murad ditugaskan ke Brimob Polda Maluku dengan jabatan Danki Brimob 5154 Polda Maluku. Pada 5 Agustus 1996, Murad menjadi Wadan Satgas Brimob  Operasi Tatoli Tim-Tim.

Selepas dari operasi di Tim – Tim, pada 2 April 1997, Murad diangkat menjadi Danyon B Resimen I Pelopor. Dan pada 28 Desember 1998 menjadi Danden B Resimen II Gegana Polri. Pada 1 Mei 1999, Murad menjadi Kabag Latsat Ditlat Lemdiklat Polri. Setelah itu pada 31 Mei 2005, menjadi Pamen Baintelkam Polri (Kanit PD Dit C). Pada 2 Januari 2006, Murad dipromosikan menjadi Kasat  Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut).  Dan pada 23 Oktober 2008, Murad dipromosikan lagi menjadi Kasat Brimob Polda Metro Jaya.

Selepas Kasat Brimob Polda Metro Jaya, pada 30 Desember 2010  Murad  menjadi Analisa Kebijakan Madya KorBrimob Polri. Pada 23 Februari 2012, Murad menjadi Kabag Jiantekpol Bid PPITK STIK Lemdikpol. Dan pada 25 Maret  2013, Murad menjadi Wakapolda Maluku. Tidak sampai setahun,  pada 14 Desember 2013, Murad  dilantik menjadi Kapolda Maluku dan pangkatnya menjadi Brigjen.  Sukses menjadi Kapolda Maluku, pada 31 Desember 2015, Murad pun dilantik menjadi Kakor Brimob Polri hingga kini.

Jenjang kepangkatan yang diperoh Murad yakni,  Pangkat IPDA pada 28 September 1985. Pangkat IPTU pada 1 Oktober 1988. Pangkat AKP pada 1 April 1992.  Pangkat  Kompol diperoleh Murad pada  1 Oktober 1996. Pangkat AKBP pada 1 Oktober 2001, dan Pangkat  Kombes diperoleh Murad pada   1 Juli   2006. Sementara Pangkat Brigjen Pol  diperoleh Murad pada 2 Januari 2014, sedangkan Pangkat Irjen Pol, diperoleh Murad pada 18 Februari 2016.

Sementara itu  jenjang pendidikan Polri yang ditempuh Murad yakni lulus AKPOL tahun 1985, lulus PTIK tahun 1994, lulus Sespim 1999 dan lulus Sespimti pada 2010.  Selain itu, Murad juga menempuh pendidikan kejuruan yakni, PA Daspa Brimob tahun 1985, PA Das Reserse tahun 1988 dan pendidikan kejuruan Assesment Pati Polri pada tahun 2015. Murad juga memiliki kecakapan berbahasa Inggris dan bahasa daerah Ambon serta  Manado (aktif).

Selama tugas, Murad mendapatkan sejumlah tanda jasa  dari negara. Yakni, Tanda Jasa SL Kesetiaan 8 tahun,  Tanda Jasa SL Kesetiaan 16 tahun, Tanda Jasa SL Kesetiaan 24 tahun. Tanda Jasa SL Darmanusa, Tanda Jasa SL Seroja, Tanda Jasa SL Dwidja Sistha. Tanda Jasa Bintang Narariya, Tanda Jasa Bintang Karya Pratama,  dan Tanda Jasa  Narariya Pratama. Murad memiliki empat orang putra dan putri. Yakni Mega Natasya, Reza Ananta P, Nabila Athaya Ismail dan Murad JR Ismail.

Dan kini, Murad memilih maju di Pilkad Maluku, untuk membangun daerah kelahirannya daripada menjadi jenderal lebih dari bintang dua lagi. Ia memilih pengsiun lebih awal dari institusi yang membesarkannya, menghantarkan Murad sebagai   komandan tertinggi pasukan Brimob. Sang jenderal pun pulang bertarung di kampung halamannya. “Saya ingin memberikan apa yang saya miliki (ilmu, pengalaman) untuk daerahku. Maluku harus berubah, Maluku harus sejahterah, harus lebih lagi,” tutur sang jenderal di Kantor DPD PDIP Maluku saat mendaftar itu. (Advetorial)