Isi Daya di SPKLU, Tempuh 50 Kilometer Hanya Habiskan Listrik Setara Rp 2.000

by
Pengisian baterai kendaraan berbahan bakar listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Kota Ambon, (12/4). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang pertama di Maluku dan Maluku Utara mampu mengisi daya kendaraan hingga kebutuhan jarak 50 kilometer. Dengan hanya menghabiskan 1.400 kWh.

Kemampuan pengisian ini dapat menjawab kebutuhan transportasi warga kota Ambon. Dalam peluncuran SPKLU pagi tadi, General Manager PLN UIW MMU Adams Yogasara menyatakan terobosan ini mendorong warga untuk penghematan bahan bakar kedepan.

Cara mengisi baterai motor kendaraan listrik di SPKLU

“Salah satu cara bantu pemerintah kurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil,” jelasnya usai melakukan touring kendaraan listrik pagi tadi, (12/4/2021).

Energi listrik memang digadang-gadang sebagai sumber energi terbarukan di masa depan. Langkah awal yang dapat dilakukan, yakni dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar listrik.

Kehadiran SPKLU, akses masyarakat terhadap bahan bakar listrik jadi lebih mudah. Di pangkalan SPKLU, terdapat dua buah mesin daya. Kemampuan pengisiannya jauh lebih cepat, murah dan efisien.

“Satu kali pengisian saja bisa untuk delapan kendaraan,” sebut dia. Untuk pengisian daya, pengendara dapat menyambungkan kabel dari mesin daya yang ditancapkan pada motor. Atau bisa juga dengan mengeluarkan baterai lalu pengisian di lakukan di luar.

Untuk sekali mengisi daya, pengedara hanya membutuhkan 1.400 kWh yang setara dengan biaya listrik Rp 2.000 berdurasi 3-4 jam.

Usai itu pengendara dapat langsung berkeliling dengan kendaraan di dengan jarak tempuh terjauh hingga 50 kilometer. Kehadiran SPKLU juga berdampak bagi pengusaha kendaraan listrik.

Dian Pratama, Direktur CV. Dua Satu menyambut gembira kehadiran SPKLU. Hal itu amat membantu pelanggannya yang telah memiliki kendaraan listrik seperti sepeda listrik (selis) maupun motor.

Direktur CV. Dua Satu, Dian Pratama menjelaskan cara kerja sepeda listrik kapada Sekda Maluku, Kasrul Selang

“Sangat berharap banyak. karena dengan ini masyarakat Maluku bisa beralih ke kendaraan listrik,” ungkap Dian.

Saat ini usaha miliknya merupakan satu-satunya yang menjual kendaraan listrik di Kota Ambon. Menurut Dian, sudah banyak warga yang memiliki selis jauh sebelum ada SPKLU.

Dalam sebulan ada 10 kendaraan listrik yang terjual. Lokasi paling banyak adalah di Pulau Banda dan Moa Kabupaten MBD.

“Paling banyak di daerah Moa dan Banda. Karena di sana kan tidak ada SPBU. Tipikal sepeda bisa mereka pakai untuk kebutuhan 10-40 kilometer, jadi pasti lebih hemat,” tuturnya.

Dia berharap kehadiran SPKLU ini dapat memudahkan akses warga yang memiliki kendaraan listrik. Sekaligus mengurangi polusi dari kendaraan berbahan bakar fosil. (PRISKA BIRAHY)