Istri Pejabat Malra Minta Pemerintah Tutup Tempat Prostitusi, Begini Kata Bupati

by
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malra, Ny Eva Eliya Hanubun bersama Wakil Ketua PKK Malra, Ny. Petrus Beruatwarin membacakan ikrar Perempuan Evav dalam rangka perayaan hari Nen Dit Sakmas di Wain Kei Kecil Timur, Malra, Sabtu (7/9/2019). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-MALRA-Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) memperingati Hari Nen Dit Sakmas. Peringatan berlangsung di kompleks pusara Nen Dit Sakmas di Ohoit Wain Kecamatan Kei Kecil Timur, Sabtu (7/9/2019). Nen Dit Sakmas adalah seorang perempuan asal Bali yang menjadi tokoh lahirnya hukum adat Larvul Ngabal sebelum Indonesia merdeka. Larvul Ngabal menjadi patokan atau pegangan hidup bagi masyarakat Kei.

Perayaan Nen Dit Sakmas yang dihadiri Bupati Malra, Hi. Mohammad Thaher Hanubun, Forkopimda, dan ribuan warga ini berlangsung penuh khidmat dan sarat adat. Bupati dan undangan yang menghadiri acara ini menggunakan pakian adat khas Bali sebagai bentuk penghormatan terhadap Nen Dit Sakmas. Salah satu yang menarik dalam peringatan ini yakni, ratusan Perempuan Evav menyatakan ikrar demi tegaknya harkat dan martabat kaum perempuan Kei.

Perempuan Evav menyerahkan ikrar meraka ke Bupati dan Ketua DPRD Malra

Ikrar ini dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malra, Ny Eva Eliya Hanubun bersama Wakil Ketua PKK Malra, Ny. Petrus Beruatwarin. Istri Bupati dan Wakil Bupati Malra ini membacakan ikrar Perempuan Evav yang diikuti ratusan perempuan Evav termasuk istri Pelaksana Tugas Sekda dan pimpinan OPD Malra.

Dalam ikrar ini, perempuan Evav menolak adanya tempat prostitusi di wilayah Malra. Mereka juga menyatakan menolak segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap kaum perempuan. “Menolak segala bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan dan meminta pemerinah daerah menutup tempat prostitusi yang ada di wiilayah Kabupaten Maluku Tenggara karena perempuan Evav adalah agung dan luur,” demikian salah satu poin ikrar yang dibacakan Ny Eva Eliya Hanubun, isrti Bupati yang kemudian diikuti ratusan perempuan.

Loading...

Menurunya saat ini banyak bermunculnya tempat-tempat prostitusi berkedok tempat karoeke atau tempat hiburan malam, dan prakteknya prostitusi terselubung. Dan itu lanjutnya, lokasinya berada tak jauh dari lingkungan masyarakat di wilayah Malra.

“Karena itu kami minta Pemda menertibkan praktek-parkter prostitusi tersebut. Apa yang kami lakukan ini demi tegaknya harkat dan martabat kaum perempuan Evav dan demi terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi generasi saat ini dan masa depan, serta demi tegaknya hukum adat Larvul Ngabal,” kata Eva.

Bupati dan Wakil Bupati Malra mengikuti tardisi dalam rangka perayaan hari Nen Dit Sakmas di Wain Kei Kecil Timur, Malra, Sabtu (7/9/2019).
FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

Selain menuntut pemerintah menutup lokalisasi, kaum perempuan juga menyatakan senantiasa menjaga kehormatan diri kaum perempuan, serta taat kepada tradisi yang bersumber pada hukum Larvul Ngabal dan hukum yang berlaku di negara Indonesia. Mereka juga meminta pemerintah daerah dan DPRD menetapkan perda yang melindungi hak dan kewajiban masyarakat Kei terutama kaum perempuan. “Kami  meminta dewan adat agar memperberat sanksi adat atas pelanggaran norma serta martabat dan kehormatan perempuan Evav,” jelas Eva.

Ikar perempuan Evav ini kemudian diserahkan kepada Bupati Malra, Mohammad Thaher Hanubun dan Ketua DPRD Malra, Welerubun.  Namun Bupati mengatakan di wilayahnya tidak ada tempat prostitusi, yang ada hanyalah tempat-tempat hiburan malam. Ia berjanji akan mengevaluasi tempat hiburan malam dan menelusuri adana praktek prostitusi di Kabupaten Malra.

“Kita akan bicarakan dulu dengan pemilik tempat-tempat hiburan malam untuk proses pentupan, dan juga menelusuri apakah ada tempat prostitusi tersebunyi, komitmen kita jelas kita tutup kalau ada, karena manfaatnya kecil sedangkan mudharatnya sangat besar bagi kita semua,” katanya. (AS/ADI) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *