Jadi Terdakwa Kasus KDRT, Kadis Perkim Aru Hadiri Sidang Psikis di PN Ambon

by
Sidang kasus KDRT dengan terdakwa Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Ruli Londjo di PN Ambon, Selasa (31/8/2021). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (31/8/2021) Umar Ruli Londjo, menghadiri siding psikis sebagai terdakwa.

Umar yang dilaporkan istrinya Habiba Yapono, diduga telah melakukan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) selama mereka menikah hampir 21 tahun.

Umar dijerat dengan UU Nomor 23 / Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

Dalam persidangan ketiga ini, menghadirkan saksi korban yakni istri terdakwa Habiba Yapono. Di depan hakim Habiba menguraikan proses terjadi kekerasan psikis dan fisik yang ia derita selama 21 tahun menikah dengan Umar.

Agenda sidang kali ini untuk mendengar keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rozali Afifudin dan J Patiasina yakni menghadirkan saksi korban Habiba Yapono.

Menurut Habiba ada sejumlah peristiwa yang akhirnya memicu dirinya melaporkan suaminya Umar, salah satunya peristiwa pada tanggal 25 Maret 2020.

‘’Suami saya kirim surat ancaman dan kematian kepada saya dan datang mengamuk di rumah kontrakan kami di Kebun Cengkeh pada 25 Maret 2020 sekitar pukul 12 sebelum Dhuhur.’’ Jelas Habiba dihadapan majelis hakim.

Majelis Hakim yang diketuai Orpha Marthina, dengan hakim anggota Wilson Manuhua, dan Josca Janne Ririhena, menurut Habiba cukup berperspektif korban terbukti ketika ditanya Hakim Ketua Orpha Marthina apakah ada peristiwa sebelumnya yang menyebabkan atau memicu korban melakukan proses hukum ini.

BACA SELANJUTNYA