Jadi Tersangka, Raja Negeri Tawiri Cs Dijebloskan ke Balik Jeruji Besi

by
Kajati Maluku, Rorogo Zega (tengah) saat berikan keterangan di kantor Kejati Maluku, Ambon, Kamis (8/7/2021) seputar penahanan tiga dari empat tersangka korupsi Anggaran Pendapatan Asli Negeri (APAN) Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon yang bersumber dari hasil pembebasan lahan untuk pembangunan dermaga dan sarana prasarana Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon di Negeri Tawiri pada tahun 2015. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tiga dari empat tersangka korupsi Anggaran Pendapatan Asli Negeri (APAN) Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon yang bersumber dari hasil pembebasan lahan untuk pembangunan dermaga dan sarana prasarana Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon di Negeri Tawiri pada tahun 2015 dijebloskan ke balik jeruji besi Kamis (8/7/2021) oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Tiga tersangka yang ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon selama 20 hari kedepan ini masing-masing Raja Negeri Tawiri, Jacob Nicolas Tuhukeruw (JNT), Joseph Tuhuleruw (JST) yang merupakan mantan Raja dan Jerry Tuhuleruw (JRT) Saniri Negeri.

Mereka dijebloskan ke penjara Kamis siang sekitar pukul 13:00 WIT usai jalani pemeriksaan sebagai tersangka di kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Kamis tadi.

Sebelumnya, Kejati Maluku resmi menetapkan status tersangka dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 3,8 miliar ini pada 24 Juni 2021 akibat menyalahgunakan pendapatan negeri yang seharusnya dimasukkan ke dalam kas negeri.

BACA JUGA : Raja dan Mantan Raja Tawiri Tersangka Korupsi Pembahasan Lahan Dermaga Lantamal Ambon

BACA JUGA : Modus Empat Tersangka Korupsi Lahan Negeri Tawiri Untuk Pangkalan Utama TNI AL di Ambon

“Hari telah dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka tiga orang dan langsung dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Ambon,”ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rorogo Zega sesaat sebelum ketiga tersangka digiring menuju mobil tahanan yang diparkir di depan kantor Kejati Maluku, Ambon, Kamis siang.

Sementara seorang tersangka lainnya, yakni Johana R. Soplanit (JRS) kata Kajati, belum dilakukan penahanan karena saat ini masih sakit. “Yang tidak hadir Johana R. Soplanit setelah divaksin sakit,”sambungnya.

Ditambahkan Kajati, pihaknya berupaya agar secepatnya kasus ini bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon untuk disidangkan.

“Kedepan kita akan tracing semua aset supaya bisa dikembalikan ke negeri Tawiri untuk digunakan drmi kepentingan negeri,”tandasnya. (Ruzady)