Jaga Kualitas, Disperindag Bangun Laboratorium Uji Mutu Rempah

by
Cengkeh komoditas asal Maluku. Sayangnya saat musim cengkeh tiba harganya merosot tajam di bawah harga biasanya.

 TERASMALUKU.COM,AMBON, – Saat ini disperindag tengah menyiapkan laboratorium BPSM (balai penjamin standar mutu) di Waiheru, Kecamtan Teluk Ambon.

Dinas Perdagangan dan Perindusterian Maluku baru saja menerbitkan Perda terkait standar mutu rempah. Sebelum rempah-rempah itu dikirim, akan melewati pengujian standar mutu.

Kepala dinas perdagangan dan perindusterian, Elvis Pattiselano menjelaskan laboratorium ini nantinya dipakai untuk menguji setiap rempah hasil bumi sebelum dikirim ke pembeli yang ada di luar Maluku.

“Kita sementara bangun. Jadi sebelum dikirim jual, harus melalui pengujian. Saat ini sudah ada empat perusahaan yang mau kirim cengkeh pala ajukan uji mutu ke kita,” terangnya kepada wartawan siang tadi, (9/9/2021).

Dari penguin tersebut akan dikenakan pagan retribution yang masuk ke pendapatan daerah. Itu sesuai dengan Perda Prov. Maluku Nomor 05 Tahun 2021.  Itu kata Elvis baru berjalan sejak 1 September lalu. Tujuannya untuk memastikan rempah asal Maluku sampai ke tangan buyer dengan kualitas nomor 1.

Saat ini  pelanggan terbesar rempah khususnya cengkeh adalah produsen rokok di Jawa Timur dan Jawa Tengah. cengkeh-cengkeh maluku masih menjadi andalan untuk terus dikirim dengan permintaan rutin setiap bulan di atas 200 ton. “Kita setiap bulan rata-rata itu kirim 200 ton,” paparnya.

Sambil menunggu laboratorium milik provinsi rampung, pengujian sementara dilakukan di balai pengujian mutu yang ada di kawasan Kebun Cengkeh, Kota Ambon. “Lab kita sementara dipersiapkan di Waiheru. kita MoU dulu dengan lab yang ada di Kebun Cengkeh, itu dibawah kementerian perdagangan langsung,” terang Elvis.

Dengan adanya lab nanti, dia pastikan semua rempah yang keluar dari Maluku terjamin dan akan jadi keunggulan di pasar. Terkait ekspor rempah, dia menyatakan belum ada yang berani mengekspor ke luar negeri.

Sebelumnya sempat ada eksportir yang mengontak pembeli di India. Hanya saja, nilai jual rempah ke luar negeri terbilang sangat rendah dari pasar dalam negeri. Perusahaan pun lebih banyak membeli untuk dikirim ke produsen rokok di Pulau Jawa. (PRISKA BIRAHY)