Jaksa Geledah Kantor Bank Maluku, Terkait Dugaan Korupsi 54 Miliar

by

AMBON-Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Jumat (15/4) menggelah Kantor Utama Bank Maluku, terkait dugaan korupsi pembangunan Kantor Bank Maluku Cabang Surabaya, 2014 senilai Rp 54 Miliar.

Penggeledahan yang dipimpin Kasi Penyidikan Kejati Maluku Ledrik Takandengan itu mendapat pengawalan belasan aparat kepolisian dari Brimob Polda Maluku dan Pasukan Reaksi Cepat Polres Pulau Ambon bersenjata lengkap.

Kedatangan jaksa dan polisi bersenjata lengkap itu sempat membuat kaget nasabah dan karyawan bank. Tim menggeledah sejumlah ruangan di kantor bank milik Pemerintah Provinsi Maluku dan Maluku Utara (Malut) yang berada di Jalan Pattimura Ambon itu.

Salah satu yang digeledah adalah ruangan Direktur Utama Bank Maluku, Maluku Utara, Idris Rolobessy yang berada di Lantai II. Dalam kasus ini, Idris sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Maluku.

Saat penggeledahan Idris tidak terlihat, hanya ada tiga orang staf di ruangannya. Tim kejaksaan juga menggeledah ruangan Kepala Devisi dan Renstra Bank Maluku Malut, Pedro Tentua di Lantai III kantor bank itu. Pedro juga berstatus tersangka dalam kasus ini bersama Idris.

Loading...

Ledrik menyatakan, penggeledahan ini dilakukan terkait pengusutan kasus markup pembelian Kantor Bank Maluku Cabang Surabaya tahun 2014 senilai Rp 54 Miliar. Tim penyidik membutuhkan dokumen lainnya untuk pengembangan kasus ini. “Penggeledahan ini untuk mencari dokumen lainnya terkait pengembangan kasus markup pembelian Kantor Bank Maluku di Surabaya,” kata Ledrik, disela – sela penggeledahan.

Hingga berita ini disusun, Jumat petang, tim penyidik Kejati Maluku masih melakukan penggeledahan Kantor Bank Maluku. Ledrik juga menyatakan, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain selain Idris dan Pedro dalam kasus ini.
Menurut pihak Kejati Maluku, kerugian negara akibat markup pembelian Kantor Bank Maluku Cabang Surabaya, berdasarkan hasil perhitungan sementara sekitar Rp 7,6 miliar.

Pengusutan kasus ini terungkap atas kerjasama Kejati Maluku, Otoritas Jasa Keuangan dan Pusat Pelaporan Analisasi dan Transaksi Keuangan (PPATK). Sebelumnya, tim penyidik juga menyita uang tunai Rp 260 juta lebih hasil pengembalian dari pihak –pihak terkait dalam kasus ini. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *