Jaksa Temukan Dokumen Jejak Korupsi di Bank Maluku

by
Penggeledahan di ruang Dirut Bank Maluku

AMBON-Setelah lima jam menggeledah Bank Maluku, tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Jumat (15/4) sekitar pukul 17.00 WIT keluar dari kantor tersebut.

Tim penyidik membawa berbagai dokumen yang diisi dalam kardus dan karung. Dengan pengawalan ketat aparat Brimob bersenjata lengkap, dokumen-dokumen itu dibawa ke Kantor Kejati Maluku. Kasi Penyidikan Kejati Maluku Ledrik Takandengan yang memimpin penggeledahan menyatakan, berbagai dokumen tersebut disita dari sejumlah ruangan pihak terkait.

Diantaranya ruangan kerja Direktur Utama Bank Maluku, Malut, Idris Rolobessy di Lantai II dan ruangan Kepala Devisi dan Renstra, Pedro Tentua di Lantai III kantor bank itu. Idris dan Pedro berstatus tersangka dugaan markup pengadaan Kantor Bank Maluku Cabang Surabaya, 2014 senilai Rp 54 Miliar.

Loading...

Dokumen yang ditemukan itu menurut Ledrik sangat penting karena ada jejak-jejak dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Bank Maluk Cabang Surabaya. “Dari dokumen-dokumen yang kita sita ini ada jejak tindak pidana korupsi kasus pengadaan Kantor Bank Maluku Cabang Surabaya, dan akan kita telusuri semua dokumen itu,” kata Ledrik.

Ia juga menyatakan dokumen yang disita itu akan digunakan penyidik sebagai barang bukti di persidangan nanti. Seperti diketahui, tim penyidik Jumat sekitar pukul 12.00 WIT mendatangi Bank Maluku. Tim penyidik yang dikawal aparat kepolisian bersenjata laras panjang itu menggeledah sejumlah ruangan di bank milik Pemprov Maluku dan Malut itu.

Penggeledahan ini terkait pengusutan kasus markup pembelian Kantor Bank Maluku di Surabaya 2014 sekitar Rp 54 miliar. Dalam kasus ini, Kejati Maluku sudah menetapkan Idris dan Pedro sebagai tersangka. Sedangkan kerugian negara akibat kasus ini menurut Ledrik, berdasarkan hasil perhitungan sementara sekitar Rp 7,6 miliar. ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *