Jalan Pattimura Malah Jadi Parkiran Motor Dadakan

by
Pemandangan perempatan Jalan Pattimura - Rijali Kota Ambon layaknya area parkir pada Selasa (26/1/20210. Ini terjadi pascapenutupan lajur menuju Jalan Rijali dari Jalan Pattimura. FOTO : PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU. COM, AMBON, – Pemandangan perempatan Jalan Pattimura – Rijali Kota Ambon layaknya area parkir. Pascapenutupan lajur menuju Jalan Rijali dari Pattimura, bertambah jadi area sekitar baru.

Seperti pantauan wartawan sejak siang hingga jelang Selasa (26/1/2021) sore. Road barrier yang ditempatkan berjajar sembilan buah tepat ditikungan depan Makras Polda Maluku malah dijadikan lahan parkir.

Loading…

BACA JUGA : Disebut Sering Macet, Warga Protes Jalan Rijali Jadi Satu Arah

Puluhan kendaraan roda dua terparkir tepat di belakang road barrier. Suasana jalan terasa semrawut dengan adanya deretan kendaraan roda empat yang juga parkir paralel di depan SMA Negeri 1 Ambon hingga ujung perempatan jalan.

Belum lagi di depan Mapolda Maluku, yang memang sudah lama sisi jalan raya Rijali disulap menjadi parkir motor dadakan. Bagi pengguna jalan yang melintas di situ sudah pasti akan melihat pemandangan parkiranndadakan yang muncul akibat penutupan salah satunya lajur itu.

Padahal dalam pernyataan Satlantas Polda Maluku, tujuan penutupan lajur dan menjadikan Jalan Rijali depan Polda satu arah adalah untuk mengurangi kemacetan. Kenyataan di lapangan justru berbeda. Aturan agar arus lalu lintas teratur malam melahirkan area parkiran dadakan.

“Bagaiman kalau kasi pindah parkiran seng usah di situ. Dari dulu katong lewat sini jalannya seng pernah macet. Malah tutup jalan alasan macet, harusnya parkiran yang pindah, ” terang Paet salah seorang warga Baru Meja kepada wartawan Selasa siang.

Dia tak menyiapkan aturan untuk mengurai kemacetan. Hanya saja kenyataan di lapangan berkata lain. Alih-alih ingin mengurai macet malah jadi lahan parkir.

Dampaknya kata Paet amat berasa baginya juga para pengemudi ojek. Mereka yang hendak ke Skip harus memutar arah cukup jauh. Padahal sebelumnya akses dari dan menuju kawasan Skip sangat mudah. Meski itu merupakan perempatan namun dia menilai arus lalu lintas tetap lancar.

“Kapan baru macet. Seperti biasa saja jalannya. Kasian katong kalau bawa penumpang akhirnya putar jauh,” keluhan seorang pengayuh becak di Batu Meja.

Beberapa pengguna jalan yang tinggal di sekitar situ pun berpendapat serupa. Penutupan salah satu lajur malah berkesan menimbulkan masalah baru. Parkiran liar. (PRISKA BIRAHY)