Jalan Rijali Bersih Parkir Liar, Giliran Dishub Cari Solusi Pengayuh Becak

by
Kondisi Jalan Rijali depan Mapolda Maluku telah dipasangi tali cegah parkir liar, (5/2). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Sejak ramai diprotes oleh warga dan pengguna jalan, kini Jalan Rijali depan Mapolda Maluku bersih dari parkir. Terutama lajur dekat road barrier yang sempat jadi parkiran liar.

Kondisi lalu lintas Jalan Rijali masih sama seperti pekan lalu. Pemasangan road barrier di persimpangan Jalan Pattimura praktis menghilangkan salah satu lajur. Yang berubah,  parkiran sepeda motor yang kerap memadati lajur arah Jalan Rijali menuju Jalan Kakialy itu kini tak ada lagi. Dari pantauan di lapangan sejak Selasa, area itu telah dipasangi tali mencegah ada yang nekat parkir.

Loading…

Begitupun dengan bagian belakan road barrier sisi Jalan Pattimura. Bersih tak ada parkiran motor yang membuat wajah jalan utama kota itu serampangan.

“Kita sudah koordinasi dengan Satlantas Polresta Ambon, dan hasilnya sudah tidak ada parkir liar lagi,” jelas Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette.

Dengan koordinasi itu dia memastikan tidak ada lagi parkiran liar jalur Jalan Rijali lebih luas dan nyaman dilalui kendaraan satu arah.

Namun muncul masalah baru. Pemberlakun satu jalur oleh satlantas itu membuat para pengemudi becak tercekik. Ruter perjalanan mereka menuju kawasan Skip, maupun Tulukabessy kian panjang.

Robby dalam kesempatan wawancara pun menyatakan hal itu. Dirinya tengah menggodok rencana baru agar rekayasa lalin punya solusi bagi pengayuh becak.

“Kita bicrakan ini apakah ada jalur baru buat becak. Itu kan akses mereka terputus. Kalau kita patenkan (arus satu arah Jalan Rijali), kita harus berpikir jalur mana yang kita pakai untuk becak,” tutur Robby.

Robby mengakui, kewenangan pengaturan lalu lintas ada di pihak dinas perhubungan. Untuk itu dia akan membahas bersama satlantas agar mengakomodir semua angkutan umum.

Soal masa rekayasa, Robby menyebut harus menunggu kondisi lalu lintas normal. Saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan efektivitas penutupan lajur depan Mapolda Maluku. aktivitas perkantoran juga sekolah di Kota Ambon belum berjalan maksimal. Masih banyak yang bekerja dari rumah.

“Kita kan masi tunggu kondisi, saat ini abnormal. Seluruh angkutan belum jalan. Kalau kondisi normal covid selesai baru lihat. Ini masih jadi acuan, pas normal baru kita amati,” katanya. (PRISKA BIRAHY)