Jalani Sidang Perdana, La Masikamba Didakwa Terima Suap Dari Wajib Pajak

by
Terdakwa La Masikamba (kaca mata) tiba di Pengadilan Tipikor Ambon dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi orange KPK. Ia menjalani sidang perdana terkait kasus suap dari wajib pajak. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon, Selasa (19/2/2019) mulai menyidangkan La Masikamba, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon. Ia menjadi  terdakwa kasus suap senilai Rp 670 juta dari wajib pajak KPP Pratama Ambon, Anthony Liando.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada La Masikamba. Terdakwa La Masikamba tiba di Pengadilan Tipikor Ambon dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi orange KPK.  Ia datang bersama terdakwa Suliman Ratmin, pemeriksa pajak madya  KKP Pratama Ambon. Suliman juga menjalani sidang terkait kasus suap yang menjerat mantan bosnya itu, La Masikamba.

Dalam dakwannya JPU KPK, Feby Dwiyandospendy mendakwa La Masikamba menerima uang Rp  670 juta dari wajib pajak Anthony Liando,  namun terdakwa  tidak melapor ke KPK  dalam 30 hari sesuai Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Perbuatan terdakwa (La Masikamba) melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, Undang-Undang Nomor 5  Tahun 2014 tentang aparatur sipil negara serta Undang-Undang  Nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan,” kata Feby.

Seperti ketahui,  KPK menangkap tangan La Masikamba dan empat terdakwa lainnya pada 3 Oktober 2018 di sejumlah lokasi di Kota  Ambon terkait kasus suap wajib pajak Anthony Liando itu.  La Masikamba sendiri  ditangkap di kediaman Anthoni Liando bersama sejumlah barang bukti.

Dalam proses pemeriksaan, penyidik KPK menyita sejumlah buku rekening  yang berisi  setoran bank Rp  20 juta dari Anthoni Liando  kepada Suliman Ratmin melalui rekening anak Suliman.  Uang tunai Rp 100 juta dalam pecahan seratus ribuan dari tangan Suliman, atm dan buku tabungan Bank Mandiri atas nama Muhamad Said dari La Masikamba.  Dan bukti setoran bank sebesar Rp  550 juta dari rekening Anthony Liando  ke rekening Muhamad Said yang berada dalam penguasaan La Masikamba.

Wajib pajak Anthoni Liando sendiri memiliki kewajiban pajak total yang harus dibayar antara Rp 1,7 miliar sampai Rp 2,4 miliar.  Namun ia mangkir dengan menyuap La Masikamba dan empat terdakwa lainnya. Sidang dengan majelis hakim yang diketuai,  Pasti Tarigan ditunda hingga 26 Februari dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Menanggapi dakwaan JPU tersebut, kuasa hukum La Masikamba, Muhammad Iskandar mengatakan, dakwaan tersebut tidak sesuai fakta hukum yang dimilikinya.  “Salah satu fakta hukum yaitu  klien kami   tidak dalam posisi tertangkap tangan, saat penangkapan klien kami  hanya kebetulan singgah di kediaman Anthony Liando. (ADI)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *