Jangan Tunggu Fogging, Nyamuk DBD Suka Tempat Bersih

Jangan Tunggu Fogging, Nyamuk DBD Suka Tempat Bersih

SHARE
Kasus DBD Januari 2019 lebih tinggi dari periode sama di tahun sebelumnya yang hanya 2 kasus. Walikota himbau warga rajin cek tempat penampung air. FOTO: Ilustrasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kasus demam berdarah dangue (DBD) di awal 2019 ini cukup mengejutkan. Dibanding dengan periode sama di tahun lalu, kejadian DBD dan pasien dirawat jauh lebih tinggi.

Hal itu mengundang walikota Ambon Richard Louhenapessy angkat bicara. Pada Januari, ada empat pasien yang dirawat di rumah sakit. “Padahal Januari tahun lalu, ada dua kasus,” jelasnya saat jumpa pers di Hotel The City, Selasa (22/1/2019).

Area permukiman yang padat serta kondisi lingkungan kotor jadi salah satu penyebab berkembangnya berbagai penyakit. Namun untuk nyamum pembawa virus demam berdarah, justru lebih suka di tempat yang bersih. Menurut Richard, bak mandi hingga tempat penyimpan air minum adalah lokasi berkembang biak jentik nyamuk.

Masyarakat perlu rajin menguras lokasi-lokasi tersebut. “Kalau pi brangkat seminggu, pulang lai kuras bak mandi. Itu jadi tempat nyamuk taruh jentik. Jadi bukan di tempat kotor,” tegas politisi partai Golkar itu. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, sudah ada 15 kejadian DBD. Hal itu meroket tajam dari pada periode di tahun sebelumnya. Kepada sejumlah wartawan walikota menyebut Januari 2018, hanya ada dua kasus.

Sedang tahun ini, jumlahnya meningkat tajam. Masyarakat harus lebih peka menjaga lingkungan tempat tinggal. Richard menambahkan, pemerintah tidak akan sering-sering melakukan fogging. “justru harus lebih baik lakukan langkah preventif. Cegah dengan 3M,” terang Richard. Dia pastikan angka kejadian DBD bisa berkurang jika masyarakat lebih memperhatikan tempat-tempat penyimpanan air atau yang ada genangan. (PRISKA BIRAHY)

loading...