Jasa Raharja Maluku–Rumah Sakit Jiwa MOU Penanganan Pasien Lakalantas

by
Kepala PT.Jasa Raharja Maluku dan Direktur RSKDP Maluku, Rabu (16/11) tandatangan MOU.

AMBON- PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Maluku dan Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi (RSKDP) Maluku, menandatangani perjanjian kersama atau Memorandum Of Understanding (MOU) dalam penanganan pasien korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). Penandatanganan MOU itu dilakukan Kepala PT. Jasa Raharja Maluku Mohammad Ferhat dan Direktur RSKDP Maluku David Santoso di aula RSKDP kawasan Nania Kecamatan Baguala Kota Ambon, Rabu (16/11).
Lewat kerjasama ini, pihak Rumah Sakit Jiwa Ambon ini akan memberikan pelayanan dan penanganan medis pada pertolongan pertama kepada setiap pasien korban Lakalantas. Dengan kerjasama ini, petugas medis atau dokter di rumah sakit tidak perlu ragu lagi soal pembiayaan pasien Lakalantas, karena akan ditanggung pihak Jasa Raharja. “Lewat kerjasama ini, masyarakat yang menjadi korban Lakalantas dapat terlayani secara medis. Pertolongan pertama itu dilakukan pihak rumah sakit, sampai tingkat perawatan. Secara teknis petugas atau dokter di rumah sakit akan menyampaikan informasi ke Jasa Raharja, dan kami akan menerbitkan surat jaminan, dengan demikian pembiayaan pasien akan ditanggung Jasa Raharja,” kata Ferhat.
Ia menyatakan dengan kerjasama ini diharapkan pihak rumah sakit dapat bertindak cepat secara medis kepada pasien korban Lakalantas, sehingga dapat mencegah resiko lebih parah lagi bagi pasien. Petugas di rumah sakit sering kali ragu dalam mengambil tindakan kepada pasien korban Lakalantas yang dirujuk, terutama siapa yang akan menjadi jaminan. Kondisi ini bisa memperburuk pasien tersebut. “Dengan kerjasama ini semua menjadi jelas,setiap pasien korban Lakalantas yang dirawat sesuai ketentuan akan dibayar Jasa Raharja,” katanya.
Pihak Jasa Raharja menggandeng RSKDP Maluku karena lokasi rumah sakit ini berada di kawasan jalan rawan kecelakaan dan menjadi salah satu rumah sakit yang strategis untuk menangani pasien jika terjadi kecelakaan. Ferhat menyatakan, berdasarkan aturan, Jasa Raharja memberikan santunan atas biaya rumah sakit kepada pasien Lakalantas maksimal Rp 10.000.000. Ia berharap tahun depan, santunan tersebut bisa bertambah lagi, karena saat ini pemerintah tengah membahas regulasi tersebut. “Kerjasama ini juga bentuk kepedulian dan negara hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan,” katanya.
Direktur RSKDP Maluku David Santoso menyatakan, dengan kerjasama ini pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien korban Lakalantas. Menurut David, rumah sakit yang dipimpinya saat ini sudah memiliki fasilitas UGD dan fasilitas pendukung lainnya. Itu berarti, rumah sakit tidak hanya melayanani pasien gangguan jiwa tapi juga pasien umum lainnya. “Dengan kerjasama ini memberikan kepastian kepada kami, pelayanan pasien korban Lakalantas dibiayai Jasa Raharja, sehingga kami akan memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Dalam penandatanganan kerjasama ini, petugas Jasa Raharja juga memberikan sosialisasi korban Lakalantas mana saja yang mendapat santunan dari Jasa Raharja. Diantaranya, seperti korban saling tabrakan dua kendaraan, baik sepeda motor maupun roda empat, penumpang korban kecelakaan kendaraan umum, dan warga yang menjadi korban tabrakan kendaraan. Sementara untuk korban tabrakan tunggal, Jasa Raharja tidak memerikan santunan biaya pengobatan di rumah sakit. (ADI)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *